Gorontalo-Sebagai tindak lanjut implementasi kerja sama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Tahun 2026, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkuat kesiapan dosen pembimbing lapangan (DPL) melalui kegiatan Coaching Dosen Pembimbing Lapangan yang digelar di Aula LPPM UNG. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan.
Coaching DPL bertujuan menyamakan persepsi para dosen pembimbing dalam mendampingi mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema "Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA)." Penyamaan persepsi ini menjadi langkah strategis agar seluruh pelaksanaan program berjalan selaras dengan tujuan kerja sama yang telah dibangun bersama para mitra.
Kegiatan dibuka oleh Kepala LPPM Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Lanto Ningrayati Amali, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Dalam arahannya, Prof. Lanto menegaskan bahwa dosen pembimbing lapangan memegang peran penting dalam mengawal implementasi program KKN agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Melalui pembekalan ini, kami berharap seluruh dosen pembimbing memiliki pemahaman yang sama sehingga dapat mendampingi mahasiswa secara optimal selama pelaksanaan KKN. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat sebagai mitra dalam implementasi pengabdian," ujar Prof. Lanto.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen pembimbing memperoleh penguatan mengenai mekanisme pelaksanaan KKN, strategi pendampingan mahasiswa, serta pola koordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas, dan berbagai pemangku kepentingan di lokasi pengabdian. Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu menciptakan pola pendampingan yang efektif sehingga implementasi kerja sama dapat berjalan secara terintegrasi dan menghasilkan dampak yang optimal.
Selain aspek teknis pelaksanaan, pembekalan juga menekankan pentingnya peran dosen pembimbing dalam melakukan monitoring, evaluasi, serta pembinaan kepada mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian. Dengan pendampingan yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik melalui berbagai program kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026, mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan kedokteran Universitas Negeri Gorontalo akan diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Gorontalo. Mereka akan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung deteksi dini kehamilan risiko tinggi, pendampingan ibu hamil, dan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA).
Melalui penguatan kapasitas dosen pembimbing lapangan ini, UNG menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan kerja sama KKN Profesi Kesehatan secara optimal. Diharapkan, kolaborasi yang telah terbangun dapat menghasilkan program pengabdian yang terarah, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas layanan dan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.