Gorontalo-Upaya memperkuat pengendalian penyakit tidak menular (PTM) terus dilakukan melalui kolaborasi edukasi kesehatan dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi mengenai diabetes melitus dan hipertensi yang diselenggarakan di Puskesmas Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7/26).
Kegiatan ini melibatkan dokter spesialis penyakit dalam serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Lebih dari 40 peserta Prolanis mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan, pengendalian, serta pengelolaan penyakit kronis.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tibawa, dr. Sofyawati Hamzah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada dr. Taufik Ramadhan Biya, Sp.PD., KEMD., yang telah berkenan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta Prolanis. Apresiasi juga disampaikan kepada mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Desa Datahu UNG yang turut berkolaborasi dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan edukasi kesehatan tersebut.
Materi pertama bertajuk “Diabetes Melitus: Kenali, Cegah, dan Kendalikan, Hidup Sehat Bebas Komplikasi” disampaikan oleh dr. Taufik Ramadhan Biya, Sp.PD., KEMD. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun kerja hormon insulin.
Diabetes melitus juga dikenal sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal, seperti sering buang air kecil, mudah haus, dan mudah lapar. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, memantau kadar gula darah, serta mematuhi pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang.
Selanjutnya, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG memberikan penyuluhan dengan tema “Hipertensi: Kenali, Cegah, Kendalikan”. Materi tersebut disusun berdasarkan pedoman American Heart Association/American College of Cardiology (AHA/ACC), pendekatan CERDIK dan PATUH dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta Konsensus Hipertensi Indonesia (InaSH) 2023.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai klasifikasi tekanan darah, faktor risiko hipertensi, dampak hipertensi terhadap organ tubuh, teknik pengukuran tekanan darah yang benar, penerapan pola makan rendah garam, aktivitas fisik yang aman, serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani terapi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai pengelolaan diabetes melitus dan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan informasi kesehatan yang mudah dipahami, praktis, dan berbasis bukti ilmiah.
Melalui kolaborasi dalam Program Prolanis, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga turut berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam edukasi kesehatan menjadi bagian dari sinergi antara tenaga kesehatan, akademisi, mahasiswa, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, menerapkan pola hidup sehat, serta mematuhi pengobatan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan, pengendalian diabetes melitus dan hipertensi diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus menekan risiko komplikasi akibat penyakit kronis.