UNG- Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat peran riset kolaboratif dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal bernilai tambah tinggi. Melalui implementasi kerja sama lintas bidang, Tim Peneliti UNG yang terdiri dari Dr. Yuszda Salimi, S.Si., M.Si., Robert Tungadi, Ahmad Kadir Kilo, dan Siti Aisa Liputo berhasil mengembangkan model hilirisasi minyak sacha inchi sebagai sumber omega-3 nabati nasional. Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Trends in Sciences tahun 2025.
Penelitian ini membuka peluang strategis bagi pengembangan industri minyak sacha inchi berbasis sumber daya lokal sebagai bagian dari penguatan pangan fungsional dan nutraseutikal nasional. Dalam implementasi kerja sama riset tersebut, tim menegaskan bahwa metode hydraulic press merupakan teknologi ekstraksi paling tepat untuk menghasilkan minyak sacha inchi berkualitas tinggi, dengan kandungan omega-3 unggul, stabilitas oksidatif yang baik, serta tanpa pelarut kimia.
Dari Riset Kolaboratif Menuju Hilirisasi Industri
Sebagai wujud implementasi kerja sama riset, temuan ini tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi diarahkan pada penguatan kebijakan hilirisasi berbasis mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak sacha inchi yang diekstraksi secara mekanik memiliki kualitas nutrisi lebih baik dibandingkan metode ekstraksi kimia, meskipun dengan rendemen lebih rendah.
Temuan tersebut memberikan dasar ilmiah penting bahwa strategi hilirisasi sebaiknya berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, bukan semata kuantitas produksi. Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam:
Dengan rasio omega-3 dan omega-6 yang seimbang, sacha inchi dinilai berpotensi menjadi minyak nabati strategis untuk sektor pangan, kesehatan, hingga kosmetik.
Hilirisasi Berbasis Industri Hijau dan Zero-Waste
Implementasi kerja sama riset ini juga menyoroti potensi besar ampas biji sacha inchi (press cake) sebagai produk turunan bernilai ekonomi. Ampas hasil hydraulic press terbukti mengandung protein tinggi, serat, antioksidan kuat, serta asam amino esensial lengkap. Potensi ini membuka peluang pengembangan sebagai:
Pendekatan tersebut mendukung konsep industri hijau dan zero-waste, di mana seluruh bagian bahan baku dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Rekomendasi Kebijakan dan Penguatan Ekosistem Industri
Berdasarkan hasil riset kolaboratif ini, tim peneliti merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain:
“Hydraulic press merupakan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan produk bernilai tinggi, sehingga cocok untuk pengembangan industri sacha inchi berbasis kualitas,” tulis tim peneliti.
Penguatan Sentra Sacha Inchi Gorontalo
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama dan pengabdian berbasis riset, tim peneliti juga telah menerapkan hasil penelitian dalam pemberdayaan Desa Tabongo Timur, Gorontalo, sebagai desa binaan UNG. Wilayah ini berpotensi menjadi sentra pengembangan minyak nabati fungsional nasional.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pelaku industri, sacha inchi dapat berkontribusi pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi daerah.
Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pelaku industri dalam merancang strategi hilirisasi berbasis sains, berkelanjutan, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan sumber omega-3 nabati nasional.