Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama: Kkn Tematik Ung Dorong Hilirisasi Sabut Kelapa Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Di Dunggala

Gorontalo-Sebagai bentuk implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan masyarakat Desa Dunggala, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap I UNG melaksanakan program inovatif GALAPEAT yang berfokus pada hilirisasi sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, Selasa (2/6/26). 

Program ini menjadi upaya nyata dalam mengoptimalkan potensi lokal desa melalui pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat, media tanam organik yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual.

GALAPEAT merupakan salah satu program unggulan dalam rangkaian KKN Tematik bertajuk “Dunggala Digital Hub: Sinergi Multidisiplin dalam Branding Kearifan Lokal melalui Konten Edukasi Berbahasa Inggris untuk Global Marketing.” Program ini lahir sebagai implementasi kerja sama yang telah dibangun untuk mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Pelaksanaan program dipimpin oleh Haris Danial, S.Pd., M.A., bersama tim multidisiplin yang terdiri atas Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Muh. Rezky Friesta Payu, M.Si., dan Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, masyarakat, petani, serta Karang Taruna Desa Dunggala diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat yang siap digunakan maupun dipasarkan.

Kegiatan pelatihan tidak hanya memperkenalkan manfaat cocopeat sebagai media tanam yang mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk tersebut. Peserta diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan produk.

Ketua tim KKN Tematik, Haris Danial, menjelaskan bahwa GALAPEAT merupakan bentuk nyata hilirisasi potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

 

“Desa Dunggala memiliki sumber daya kelapa yang melimpah. Melalui program GALAPEAT, kami berupaya mendorong hilirisasi sabut kelapa agar tidak lagi menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, implementasi kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga bertujuan membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha berbasis potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Program GALAPEAT mendapat dukungan penuh dari Fakultas Sastra dan Budaya UNG sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menilai program tersebut menjadi contoh kolaborasi yang berhasil menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.

“Program ini menunjukkan bagaimana implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung. GALAPEAT tidak hanya membantu mengatasi permasalahan limbah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” ungkapnya.

Selain GALAPEAT, mahasiswa KKN Tematik UNG juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti pendataan digital penerima bantuan, pelatihan pembuatan konten edukatif berbahasa Inggris untuk promosi desa, kegiatan mitigasi bencana, Jumat Bersih, Posyandu, hingga penyelenggaraan Dunggala Cup yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui implementasi kerja sama yang berkelanjutan, program GALAPEAT diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis hilirisasi sumber daya lokal. Kehadiran program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dunggala secara berkelanjutan.