Implementasi Kerja Sama Pengembangan Wilayah, Peneliti Fmipa Ung Analisis Potensi Batugamping Teluk Tomini
Gorontalo- Dalam rangka implementasi kerja sama pengembangan wilayah pesisir, tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil mengungkap karakteristik batuan karbonat Tersier di Kawasan Pesisir Teluk Tomini yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah. Penelitian ini dilaksanakan melalui skema Riset Akselerasi Kolaborasi Perguruan Tinggi Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan sinergi riset dan pembangunan berbasis potensi lokal.
Penelitian berjudul “Analisis Karakteristik Batuan Karbonat Tersier di Kawasan Pesisir Teluk Tomini dalam Mendukung Percepatan Pembangunan” dipimpin oleh Ronal Hutagalung, S.T., M.T., bersama Dr. Aang Panji Permana, S.T., M.T., Moh. Rizki Aditya Kandouw, S.T., serta melibatkan mahasiswa Teknik Geologi UNG.
Kawasan Teluk Tomini, khususnya wilayah pesisir Gorontalo, diketahui memiliki kondisi geologi dan tektonik yang kompleks akibat pengaruh sesar aktif dan proses ekstensional. Di tengah dinamika tersebut, potensi batuan karbonat di wilayah ini dinilai sangat prospektif, meskipun selama ini belum dikaji secara detail. Padahal, batugamping memiliki nilai ekonomi penting sebagai bahan baku konstruksi, industri kimia, dan metalurgi, serta berkontribusi dalam mendukung pengembangan wilayah berbasis sumber daya geologi.
Penelitian dilakukan melalui survei geologi lapangan, analisis geomorfologi dan struktur geologi, serta kajian petrologi, petrografi, dan geokimia menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian mengidentifikasi dua satuan utama batuan karbonat, yakni batugamping boundstone dan batugamping wackestone.
Batugamping boundstone dicirikan oleh kandungan kalsium karbonat yang sangat tinggi, kemurnian karbonat yang baik, serta struktur masif yang terbentuk dari kerangka organisme terumbu. Sementara itu, batugamping wackestone memiliki kandungan karbonat tinggi namun bercampur material silisiklastik seperti kuarsa dan lempung, sehingga diklasifikasikan sebagai batugamping kotor (marly limestone).
Analisis geokimia menunjukkan bahwa variasi komposisi tersebut merefleksikan perbedaan lingkungan pengendapan, mulai dari laut dangkal yang relatif bersih hingga lingkungan karbonat yang dipengaruhi suplai material daratan. Temuan ini memperkaya informasi mengenai geodiversity kawasan pesisir Teluk Tomini sekaligus menjadi landasan ilmiah dalam mendukung perencanaan pembangunan wilayah.
Melalui implementasi kerja sama pengembangan wilayah ini, hasil penelitian diharapkan menjadi data dasar geologi dalam penyusunan kebijakan penataan ruang, perencanaan pembangunan pesisir, serta pemanfaatan sumber daya geologi secara berkelanjutan. Penelitian ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan RPJMN 2025–2029, khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa melalui optimalisasi potensi lokal.
Sebagai luaran, penelitian ini telah menghasilkan artikel pada jurnal nasional terakreditasi (Sinta) yang saat ini dalam proses review, serta produk desain luaran. Ke depan, kajian ini akan dikembangkan lebih lanjut pada aspek konservasi geologi batuan karbonat di Kawasan Pesisir Teluk Tomini sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan

