Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama: Mahasiswa Sastra Ung Asah Daya Kritis Siswa Smpn 3 Suwawa Melalui Pelatihan Cerita Rakyat

Gorontalo-Upaya memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah terus diwujudkan melalui kegiatan edukatif yang inovatif. Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan Pelatihan Teknik Menentukan dan Menganalisis Unsur Cerita Rakyat di SMP Negeri 3 Suwawa pada, Senin (27/04/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII serta peserta tambahan dari program UNG Mengajar yang turut berpartisipasi aktif. Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Kajian Fiksi sekaligus wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama.

Acara dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah Kajian Fiksi, Dr. Herson Kadir, M.Pd., yang menekankan bahwa pembelajaran sastra tidak hanya berorientasi pada pemahaman teks, tetapi juga berperan penting dalam membangun daya kritis, analisis, dan karakter siswa. Kepala SMP Negeri 3 Suwawa, Hj. Sri Wirtawati Katili, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa UNG dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Guru Bahasa Indonesia, Noviyana Akuba, turut mendampingi jalannya kegiatan.

Tim pemateri yang terdiri atas Natasya Cut Fadilah Salfa Djua, Yunitasari A. Umar, Firanti R. Unusa, Rahma Yuni Djafar, Asdia Tonuo, dan Sri Wahyuni K. Rahim menyampaikan materi secara sistematis dan interaktif. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep dasar cerita rakyat, ciri-ciri dan karakteristik bahasa, unsur intrinsik dan ekstrinsik, hingga teknik analisis cerita rakyat secara mendalam.

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan evaluasi melalui analisis cerita rakyat berjudul Limonu yang Perkasa. Pada sesi ini, siswa terlihat antusias dalam mengidentifikasi unsur cerita sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis melalui diskusi kelompok yang dipandu oleh pemateri.

Model pelaksanaan kegiatan dirancang secara interaktif melalui kombinasi pemaparan materi, diskusi, evaluasi, serta pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif berpartisipasi. Pendekatan ini terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, komunikatif, dan menyenangkan.

Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami cerita rakyat sebagai karya sastra, tetapi juga mampu menganalisis nilai, pesan, serta unsur di dalamnya secara kritis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penting dalam menumbuhkan kesadaran akan pelestarian budaya daerah melalui sastra lisan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi berkelanjutan antara Universitas Negeri Gorontalo dan sekolah mitra dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sastra di Indonesia.