Implementasi Kerja Sama Ung Dan Idi Gorontalo: Webinar Sigap Nusa Perkuat Kesiapsiagaan Kebencanaan Masyarakat
Gorontalo- Sebagai bentuk implementasi kerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan kapasitas kebencanaan, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo menyelenggarakan Webinar Kebencanaan SIGAP NUSA (Sinergi Generasi Adaptif Penanggulangan Bencana Nusantara). Kegiatan yang mengusung tema “Dari Gorontalo untuk Indonesia: Membangun Tenaga Kesehatan yang Adaptif, Responsif, dan Tanggap Bencana” tersebut dilaksanakan secara daring pada Minggu (14/6/2026) dan diikuti oleh 808 peserta dari 122 instansi di berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., menjelaskan bahwa webinar ini merupakan wujud nyata sinergi antara FK UNG dan IDI Wilayah Gorontalo dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan, dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.
Menurutnya, penyelenggaraan webinar sejalan dengan komitmen FK UNG yang menjadikan kegawatdaruratan dan kebencanaan sebagai salah satu bidang unggulan institusi. Melalui kolaborasi bersama IDI Gorontalo, berbagai program edukasi dan peningkatan kapasitas terus dikembangkan guna mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Webinar kebencanaan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNG dan IDI Wilayah Gorontalo. FK UNG menyelenggarakan kegiatan ini karena keunggulan FK UNG adalah kegawatdaruratan dan bencana,” ujar Zuhriana.
Ia menambahkan bahwa para narasumber yang dihadirkan merupakan mitra strategis yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan FK UNG dalam berbagai program pengembangan kapasitas kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan.
“Partisipasi pemateri pada hari ini rata-rata merupakan mitra yang sudah menjalin kerja sama dengan FK UNG,” jelasnya.
Zuhriana mengungkapkan bahwa FK UNG selama ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan tanggap darurat bencana, baik di Provinsi Gorontalo maupun di sejumlah daerah lain di Indonesia. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi institusi dalam mendukung penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Beberapa kegiatan FK yang sudah dilaksanakan untuk memberikan kontribusi pada kebencanaan yaitu turun serta dalam segala tanggap darurat bencana di Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.
Melalui webinar SIGAP NUSA, pihaknya berharap dapat meningkatkan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan korban bencana.
“Kami dari panitia sangat berharap materi ini menjadi edukasi bagi seluruh masyarakat, terutama bagi tenaga kesehatan yang nantinya akan lebih siap menghadapi bencana,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan kebutuhan yang harus terus dibangun, terutama di kalangan generasi muda dan tenaga kesehatan.
Menurut Eduar Wolok Selaku Rektor UNG, masyarakat sering kali menunjukkan kemampuan yang baik dalam merespons bencana ketika kejadian telah terjadi. Namun, kesadaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan sebelum bencana datang masih perlu diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Jauh lebih baik kita sudah bisa mempersiapkan diri sebelum bencana itu datang daripada ketika saat bencana sudah datang, tentu effort-nya akan lebih besar,” ujarnya.
Ia menilai webinar seperti SIGAP NUSA memiliki peran strategis dalam memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman bencana.
“Lewat kegiatan webinar seperti ini tentu akan memberikan pemahaman keilmuan dan wawasan buat kita semua terkait penyikapan kita terhadap bencana. Karena lazimnya bencana pasti sudah didahului dengan pertanda dan peringatan. Bagaimana pola atau alur kita menyikapi terhadap bencana itu harus terus disebarluaskan agar kita semakin siap,” katanya.
Lebih lanjut, Rektor UNG menjelaskan bahwa perubahan iklim global menyebabkan pola bencana menjadi semakin dinamis dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan merespons secara cepat terhadap berbagai potensi ancaman yang muncul.
Ia juga menyoroti kontribusi nyata Fakultas Kedokteran UNG dalam berbagai misi kemanusiaan dan penanganan bencana di tingkat nasional. Menurutnya, keunggulan FK UNG di bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan telah dibuktikan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai operasi kemanusiaan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kita ketahui bersama Fakultas Kedokteran UNG menitikberatkan keunggulannya pada tanggap kedaruratan bencana dan itu sudah kita tunjukkan dengan ikut berpartisipasi secara aktif di berbagai musibah bencana yang terjadi di wilayah Indonesia. Ini merupakan bentuk respons positif FK UNG dan Universitas Negeri Gorontalo terhadap kondisi kebencanaan,” ungkap Rektor Eduart Wolok.
Rektor berharap kolaborasi antara UNG dan IDI Gorontalo melalui program SIGAP NUSA dapat terus berlanjut dan menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam penguatan sistem kebencanaan nasional.
“InsyaAllah dengan kegiatan seperti ini kita bisa lebih responsif dan adaptif terhadap bencana. Tujuan akhirnya bukan hanya membantu proses pemulihan lebih cepat, tetapi juga meminimalkan dampak dan korban akibat bencana,” tutupnya.
Webinar SIGAP NUSA menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Budiman, SKM., M.Kes., Ketua Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana PB IDI dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B., serta Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo Dr. Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si.
Berbagai materi yang disampaikan mencakup penguatan sistem tenaga cadangan kesehatan, peran organisasi profesi dalam respons kemanusiaan, serta potensi ancaman gempa bumi dan tsunami di Gorontalo. Para narasumber menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan literasi kebencanaan sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko korban serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo dan IDI Wilayah Gorontalo, webinar SIGAP NUSA diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kebencanaan yang lebih tangguh, adaptif, dan responsif demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.

