Berita

Blog Image

Wujud Kerja Sama: Guru Besar Ung Menjadi Pembicara Nasional Lewat "Lentera Pancasila Untuk Masa Depan", Dorong Lahirnya Generasi Genza Yang Cerdas, Berakhlak, Dan Berdampak

Gorontalo-Implementasi kerja sama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan Koordinator Nasional Lentera Pancasila Muda GENZA Indonesia kembali diwujudkan melalui keterlibatan Guru Besar Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG, Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd.I, sebagai narasumber pada Webinar Nasional bertajuk "Lentera Pancasila untuk Masa Depan: Pendidikan Melahirkan Generasi Z dan Alpha (GENZA) yang Cerdas, Berakhlak, dan Berdampak".

Webinar yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan Live YouTube tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Novianty yang juga menjabat sebagai Ketua DPW GENZA Provinsi Gorontalo membawakan materi bertema "Inovasi dan Dampak Berkelanjutan GenZA." Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan yang harus direspons melalui inovasi pembelajaran yang tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, etika, dan kepedulian sosial sebagai bekal utama Generasi Z dan Generasi Alpha dalam menghadapi perubahan zaman.

"Pancasila harus menjadi kompas moral bagi Generasi Z dan Generasi Alpha di era digital. Generasi masa depan harus tumbuh tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, toleran, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Prof. Novianty.

Ia menjelaskan bahwa inovasi pembelajaran perlu terus dikembangkan melalui pendekatan yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan karakter generasi saat ini. Pemanfaatan teknologi digital, pembelajaran interaktif, serta model pembelajaran berbasis problem solving dinilai menjadi strategi penting dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas sekaligus berdampak berkelanjutan.

Lebih lanjut, Prof. Novianty menekankan bahwa pendidikan berbasis Pancasila memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh ekosistem pendidikan diyakini mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan webinar nasional ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga tokoh pendidikan nasional. Forum tersebut menjadi ruang sinergi untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter.

Keikutsertaan Prof. Novianty sebagai pembicara nasional menjadi bukti nyata implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo dan Lentera Pancasila Muda GENZA Indonesia dalam mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila. Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen UNG untuk terus berkontribusi melalui pemikiran akademik, inovasi pendidikan, dan kolaborasi strategis dalam mencetak Generasi GENZA yang cerdas, berakhlak, dan berdampak bagi kemajuan Indonesia.