Berita

Blog Image

Kolaborasi Ung, Idi, Dan Bsmi Wujudkan Aksi Nyata Penanganan Korban Banjir Di Biau

Gorontalo-Wujud nyata kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Gorontalo terlihat melalui aksi kemanusiaan penanganan korban banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (29/5/26). Sinergi yang dibangun ketiga lembaga tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Biau dalam beberapa hari terakhir.

Melalui Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) dan Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus, tim gabungan turun langsung ke Desa Didingga, salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir. Bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terdampak dan tertutup lumpur, sehingga aktivitas masyarakat terganggu serta meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan selama masa pemulihan.

Dalam kegiatan tersebut, FK UNG diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, yang juga menjabat sebagai Ketua BSMI Provinsi Gorontalo. Kehadirannya bersama tim medis menjadi bagian dari respons cepat yang dilakukan melalui kerja sama antara perguruan tinggi, organisasi profesi kedokteran, dan lembaga kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Selain Dr. Zuhriana, tim medis turut diperkuat oleh dr. Randi Mokodoto serta mahasiswa FK UNG yang tergabung dalam TBM Cutaneus. Tim membuka posko pelayanan kesehatan dan memberikan pemeriksaan medis secara langsung kepada warga. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan pascabanjir, hingga penyaluran bantuan logistik kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, mengatakan bahwa keterlibatan FK UNG dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara UNG, IDI Wilayah Gorontalo, dan BSMI menjadi langkah strategis dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan mudah diakses.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian bersama untuk memastikan masyarakat terdampak banjir tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan berkelanjutan. Kami berharap kehadiran tim di lapangan dapat membantu meringankan beban warga selama proses pemulihan berlangsung,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan pelayanan medis, tim gabungan juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan di tengah kondisi pascabencana.

Aksi kemanusiaan ini menjadi implementasi nyata kerja sama antara UNG, IDI Wilayah Gorontalo, dan BSMI dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat pada situasi darurat. Melalui sinergi yang terus dibangun, ketiga lembaga berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi dalam berbagai upaya penanganan bencana serta pemulihan kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo.