Berita

Blog Image

Lewat Kerja Sama Penelitian: Dosen Fis Ung Temukan Peran Strategis Kearifan Lokal Di Tengah Krisis Partisipasi Politik

Gorontalo - Di tengah tantangan krisis partisipasi politik yang ditandai dengan meningkatnya sikap apatis masyarakat terhadap proses demokrasi, dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui implementasi kerja sama penelitian lintas institusi.

Salah satu dosen PPKN FIS UNG, Abd. Firman Bunta, berperan sebagai penulis kedua dalam publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional terindeks SINTA 2. Publikasi tersebut mengangkat kajian tentang kekuatan kearifan lokal dalam dinamika politik kewargaan masyarakat.

Artikel berjudul “The Mayae Tradition and the Dynamics of Citizenship Politics: Local Wisdom Study of the Maregam Community in Tidore Islands City” merupakan hasil riset kolaboratif yang menyoroti peran strategis tradisi lokal dalam membentuk partisipasi politik masyarakat di wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya partisipasi politik masyarakat di berbagai daerah, yang ditandai dengan sikap apatis serta masih kuatnya budaya patronase dalam pemilihan umum. Namun, kondisi berbeda ditemukan pada masyarakat Maregam di Kota Tidore Kepulauan yang justru menunjukkan pola partisipasi politik yang aktif, partisipatif, dan beragam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lebih mempertimbangkan rekam jejak dan kepedulian kandidat terhadap kebutuhan warga sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan politik, bukan semata-mata hubungan patronase. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran politik yang sehat dan rasional.

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa di tengah krisis partisipasi politik yang terjadi di berbagai wilayah, kearifan lokal dapat menjadi kekuatan strategis dalam memperkuat demokrasi partisipatif. Model partisipasi politik berbasis nilai sosial dan budaya masyarakat yang ditemukan dalam penelitian ini berpotensi direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa.

Keterlibatan Abd. Firman Bunta dalam kerja sama penelitian ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Ilmu Sosial UNG dalam memperluas jejaring riset nasional serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Kolaborasi lintas institusi dinilai menjadi strategi penting dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan demokrasi masyarakat.

Publikasi ini sekaligus menegaskan peran dosen FIS UNG dalam menghadirkan kajian akademik yang responsif terhadap persoalan sosial aktual, khususnya dalam memahami hubungan antara budaya lokal dan praktik demokrasi di Indonesia.