Lewat Kerja Sama Penelitian: Peneliti Ung Telusuri Risiko Logam Berat Di Kawasan Tambang Emas Juriya
Gorontalo - Melalui implementasi kerja sama penelitian, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan kajian mendalam terhadap potensi pencemaran logam berat di kawasan pertambangan emas tradisional Juriya, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat yang muncul akibat aktivitas pertambangan emas tradisional di wilayah tersebut.
Penelitian ini mengintegrasikan berbagai pendekatan ilmiah, mulai dari pemetaan geologi, analisis geokimia, hingga pemanfaatan teknologi pemetaan udara. Pendekatan terpadu tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi lingkungan di sekitar kawasan tambang serta potensi dampaknya terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Temuan Utama: Kontaminasi Logam Berat Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat pencemaran logam berat yang cukup tinggi pada media lingkungan seperti tanah, air, dan sedimen di sekitar lokasi pertambangan. Beberapa logam berat yang terdeteksi antara lain arsen, kadmium, kromium, merkuri, dan timbal, dengan kadar arsen mencapai 1628 ppm, kadmium 7,1 ppm, kromium 36 ppm, merkuri 151 ppm, dan timbal 721 ppm. Nilai tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi logam berat yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan lingkungan tambang.
Berdasarkan analisis menggunakan metode Geoaccumulation Index (Igeo), kadar merkuri, arsen, dan timbal di beberapa titik pengamatan termasuk dalam kategori pencemaran tinggi, terutama di area yang berada dekat dengan aktivitas penambangan.
Tantangan Ekonomi dan Lingkungan
Di sisi lain, aktivitas pertambangan emas tradisional di kawasan Juriya masih menjadi sumber penghasilan penting bagi masyarakat setempat. Rata-rata produksi emas harian penambang mencapai sekitar 3 gram per orang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, meskipun di sisi lain menimbulkan tantangan dalam pengelolaan dampak lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara manfaat ekonomi dan upaya perlindungan lingkungan agar keberlanjutan sumber daya alam tetap terjaga.
Solusi dan Rekomendasi
Melalui kerja sama penelitian ini, tim peneliti menekankan pentingnya penerapan metode penambangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu langkah utama yang direkomendasikan adalah pengurangan hingga penghentian penggunaan merkuri dalam proses pengolahan emas, serta pengenalan teknologi alternatif yang lebih aman bagi lingkungan.
Selain itu, masyarakat penambang juga perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait praktik penambangan yang bertanggung jawab, sehingga dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan dapat diminimalkan.
Para peneliti juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pengelolaan pertambangan rakyat yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Tentang Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari ahli geologi, geokimia, dan lingkungan dari Universitas Negeri Gorontalo melalui skema kerja sama penelitian. Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ilmiah mengenai kondisi geologi dan geokimia di kawasan pertambangan emas Juriya, sekaligus mengidentifikasi risiko lingkungan serta merumuskan strategi mitigasi yang dapat diterapkan di masa mendatang.
Kontak
Untuk informasi lebih lanjut mengenai penelitian ini atau peluang kerja sama lanjutan, dapat menghubungi:
Yayu Indriati Arifin, Ph.D.
Program Studi Teknik Geologi
Universitas Negeri Gorontalo
Email: yayu_arifin@ung.ac.id

