Ung Implementasikan Kerja Sama Kesehatan Melalui Ppn Goes To School, Edukasi Pencegahan Hiv Dan Stop Perundungan
Gorontalo - Dalam rangka mengimplementasikan kerja sama di bidang kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Putra Putri Ners (PPN) Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) melaksanakan kegiatan PPN Goes To School di SMA Negeri 3 Gorontalo. Kegiatan ini mengusung tema “Remaja Sehat, Remaja Hebat – Stop HIV dan Stop Perundungan.”
Program ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama kesehatan yang berfokus pada peningkatan literasi dan kesadaran remaja terkait pencegahan HIV serta upaya menghentikan praktik perundungan di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, siswa mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Edukasi disampaikan secara langsung melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Materi dibawakan oleh dosen Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Nirwanto K. Rahim, S.Kep., M.Kep., yang menegaskan bahwa pengetahuan yang benar menjadi langkah awal dalam pencegahan.
“Remaja adalah generasi penerus yang harus dibekali dengan informasi yang tepat. Pencegahan HIV dimulai dari pemahaman yang benar tentang cara penularan dan cara melindungi diri. Demikian pula dengan perundungan, setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan,” ujar Ns. Nirwanto K. Rahim.
Ia menambahkan, kesehatan remaja tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan sosial. Oleh karena itu, upaya pencegahan HIV dan perundungan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi yang konsisten serta kolaborasi berbagai pihak.
Kegiatan PPN Goes To School ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam mengoptimalkan implementasi kerja sama kesehatan sekaligus memberdayakan remaja agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Dengan semangat “Remaja Sehat, Remaja Hebat,” diharapkan siswa berani mengatakan tidak pada perilaku berisiko serta bersama-sama mewujudkan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif.

