Berita

Blog Image

Realisasi Kerja Sama Riset, Ung Ciptakan Minuman Herbal Effervescent Berbasis Kunyit Untuk Pengendalian Kolesterol

Gorontalo- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali merealisasikan kerja sama riset melalui pengembangan inovasi produk herbal berbasis potensi lokal. Kali ini, tim peneliti UNG berhasil menciptakan minuman herbal berbentuk effervescent berbahan dasar kunyit (Curcuma domestica) yang berpotensi membantu pengendalian kadar kolesterol serta pencegahan aterosklerosis.

Aterosklerosis, atau penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah, dikenal sebagai salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke. Melalui implementasi kerja sama riset, tim peneliti yang terdiri dari Zulkifli B. Pomalango, Mohamad Aprianto Paneo, Nasrun Pakaya, La Ode Aman, dan Ariani H. Hutuba mengembangkan formulasi inovatif yang memadukan kearifan lokal dengan pendekatan teknologi farmasi modern.

Berbeda dari jamu tradisional yang identik dengan rasa pekat, produk ini diformulasikan dalam bentuk serbuk effervescent yang praktis dan mudah dikonsumsi. Saat dilarutkan, serbuk menghasilkan minuman berwarna oranye cerah dengan aroma khas kunyit serta rasa yang lebih ramah di lidah. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa hasil kerja sama riset dapat diterjemahkan menjadi produk yang adaptif terhadap gaya hidup masyarakat modern.

Secara kualitas fisik, hasil uji organoleptik menunjukkan minuman memiliki pH sekitar 5,9, waktu alir 14 detik, sudut diam (sudut repos) 30°, serta waktu pelarutan sekitar 4 menit 20 detik. Parameter tersebut menunjukkan bahwa produk memenuhi standar sediaan serbuk effervescent yang baik dan nyaman dikonsumsi.

Khasiat utama minuman ini bersumber dari curcumin, senyawa aktif dalam kunyit yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Melalui pendekatan pemodelan molekuler menggunakan Autodock-Vina, tim peneliti menemukan bahwa curcumin memiliki potensi dalam menghambat proses yang berkontribusi pada penumpukan kolesterol.

Untuk memperkuat temuan tersebut, penelitian juga dilanjutkan dengan uji in vivo pada hewan coba yang diinduksi kolesterol tinggi hingga mencapai 290 mg/dL. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan setelah pemberian rutin kunyit effervescent: pada minggu pertama kadar kolesterol turun menjadi 165 mg/dL, dan pada minggu kedua terus menurun hingga mencapai 143 mg/dL atau mendekati kisaran normal.

Capaian ini menjadi wujud konkret realisasi kerja sama riset UNG dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga berorientasi pada potensi hilirisasi produk kesehatan berbasis bahan alam lokal.

Tim peneliti menyampaikan bahwa pengembangan formulasi ini menunjukkan potensi besar sumber daya alam Indonesia apabila didukung kolaborasi riset yang berkelanjutan dan sentuhan teknologi yang tepat. Ke depan, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan aspek keamanan, efektivitas jangka panjang, serta peluang produksi skala lebih luas.

Melalui inovasi ini, UNG berharap dapat terus mendorong lahirnya produk-produk riset kolaboratif yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem kerja sama penelitian berbasis potensi daerah