Berita

Blog Image

Farmasi Ung Implementasikan Kerja Sama Dengan Rs M.m. Dunda Limboto Dalam Praktikum Ipt 3

Gorontalo-Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo terus mengimplementasikan kerja sama dengan dunia layanan kesehatan melalui kegiatan Praktikum IPT 3 yang menghadirkan praktisi dari RSUD M.M. Dunda Limboto. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Farmasi dan diikuti oleh mahasiswa angkatan 2024 bersama dosen praktikum, Selasa (14/04/2026).

Implementasi kerja sama ini diwujudkan melalui kegiatan diskusi ilmiah yang menghadirkan Apoteker RS M.M. Dunda Limboto, Apt. Hidayat Ahmad, S.Farm., M.Farm., sebagai narasumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman mahasiswa terhadap praktik kefarmasian yang terhubung langsung dengan dunia layanan kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan terkait pengalaman praktik di rumah sakit, memahami peran strategis apoteker dalam pelayanan kesehatan, serta mengenali berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Kehadiran praktisi sebagai narasumber memberikan nilai tambah karena mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi kompetensi kefarmasian dalam dunia kerja.

Mahasiswa angkatan 2024 terlihat aktif mengikuti jalannya diskusi. Interaksi yang terbangun antara mahasiswa, dosen praktikum, dan narasumber berlangsung dinamis melalui berbagai pertanyaan, tanggapan, serta pembahasan kasus yang relevan dengan praktik kefarmasian. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan rumah sakit mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa secara kontekstual dan aplikatif.

Melalui implementasi kerja sama ini, Laboratorium Farmasi tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktikum, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengembangan wawasan akademik dan profesional mahasiswa. Diskusi bersama praktisi diharapkan mampu membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih siap menghadapi tuntutan profesi, memahami tanggung jawab apoteker secara komprehensif, serta membangun semangat belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Apt. Hidayat Ahmad, S.Farm., M.Farm. menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa farmasi dalam membangun kompetensi sejak dini, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional.

"Mahasiswa farmasi perlu membiasakan diri memahami praktik kefarmasian tidak hanya dari teori, tetapi juga dari realitas pelayanan di lapangan. Diskusi seperti ini penting agar mahasiswa dapat melihat hubungan antara apa yang dipelajari di laboratorium dengan kebutuhan nyata di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Saya berharap mahasiswa terus aktif belajar, berani bertanya, dan menyiapkan diri menjadi tenaga kefarmasian yang kompeten, adaptif, dan profesional," ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses pembelajaran farmasi harus dibangun secara terintegrasi antara teori, praktikum, serta paparan langsung terhadap pengalaman praktisi. Dengan demikian, mahasiswa akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memahami sistem kerja kefarmasian, pelayanan pasien, serta dinamika profesi yang terus berkembang.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Farmasi Universitas Negeri Gorontalo dalam mengimplementasikan kerja sama yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Dosen praktikum IPT 3 bersama narasumber menghadirkan suasana akademik yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif bagi mahasiswa dalam menata orientasi karier dan profesionalisme sejak awal masa studi.

Melalui implementasi kerja sama yang berkelanjutan dengan RSUD M.M. Dunda Limboto, diharapkan mahasiswa angkatan 2024 semakin termotivasi untuk memperdalam kemampuan akademik dan praktikum, sekaligus membangun kesiapan mental dan profesional dalam menghadapi dunia kerja kefarmasian di masa mendatang. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat relevansi pembelajaran farmasi dengan kebutuhan nyata pelayanan kesehatan.