Implementasi Kerja Sama Melalui Kongres Apssi V: Ung Perkuat Jejaring Akademik Nasional
Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat jejaring akademik nasional melalui implementasi kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antarlembaga yang dilaksanakan pada rangkaian Konferensi Nasional Sosiologi XII dan Kongres Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) V yang mengusung tema “Proyek Strategis Nasional (PSN): Menakar Konsekuensi Pembangunan dan Arah Kepentingan Nasional Tahun 2026”, Jumat (26/6/26).
Implementasi kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen UNG dalam memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui forum nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi sosiologi dari berbagai wilayah di Indonesia, UNG memanfaatkan momentum untuk membangun sinergi yang lebih erat dengan berbagai perguruan tinggi mitra.
Dalam kegiatan tersebut, Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG diwakili oleh Ketua Jurusan Dewinta Rizky R. Hatu, S.Sos., M.Sos., Sekretaris Jurusan Sahrain Bumulo, S.Sos., M.Si., serta dosen Vanya Dyah Pitaloka Maharani A.C.R., M.A. dan Mohamad Mantali, S.Sos., M.A. Kehadiran delegasi UNG tidak hanya berpartisipasi dalam forum ilmiah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kerja sama yang memperkuat jejaring akademik nasional.
Ketua Jurusan Sosiologi FIS UNG, Dewinta Rizky R. Hatu, menjelaskan bahwa implementasi kerja sama melalui Kongres APSSI V merupakan langkah strategis dalam memperluas kolaborasi antarlembaga sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang penelitian, pertukaran pengetahuan, serta berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Sinergi antarperguruan tinggi menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dan perkembangan ilmu sosiologi di masa depan," ujar Dewinta.
Menurutnya, implementasi kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi akan diwujudkan melalui berbagai program nyata, seperti penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, penyelenggaraan seminar dan konferensi akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat secara bersama.
Selain menjadi wadah penguatan jejaring akademik, Konferensi Nasional Sosiologi XII dan Kongres APSSI V juga menjadi ruang diskusi bagi para akademisi dalam merespons berbagai isu strategis pembangunan nasional, khususnya dampak sosial dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Melalui implementasi kerja sama yang dibangun dalam Kongres APSSI V, UNG menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kontribusi UNG dalam menghasilkan inovasi, riset, dan solusi akademik yang relevan bagi pembangunan nasional.

