Optimalisasi Pelayanan Publik Melalui Implementasi Kerja Sama Pengabdian Dalam Pengembangan Sistem Layanan Digital Di Kelurahan Molosipat W, Kota Barat
Gorontalo- Pelayanan publik yang efektif dan efisien merupakan tantangan utama di tingkat kelurahan, khususnya dalam pelayanan administrasi yang masih didominasi oleh proses manual. Di Kelurahan Molosipat, Kota Barat, sistem pelayanan konvensional menyebabkan keterlambatan penyelesaian dokumen, antrean panjang, serta keterbatasan akses informasi status permohonan, yang berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi kerja sama bidang pengabdian kepada masyarakat antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan, dilakukan pengembangan dan penerapan Sistem Informasi Pelayanan Kelurahan berbasis web, yaitu si-MOLOSIPAT.W. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik melalui digitalisasi proses administrasi, sehingga tercipta pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi dan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan sistem, uji coba aplikasi, pelatihan aparatur kelurahan, sosialisasi kepada masyarakat, serta evaluasi efektivitas dan tingkat penerimaan pengguna. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan riil kelurahan dan masyarakat.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa lebih dari 100 warga telah memanfaatkan sistem untuk registrasi dan pengajuan surat secara daring. Survei kepuasan terhadap 50 responden mengindikasikan bahwa 85% pengguna merasa puas terhadap efisiensi waktu pelayanan, dan 78% menyatakan puas terhadap transparansi proses layanan. Waktu penyelesaian administrasi mengalami percepatan lebih dari 50% dibandingkan sistem manual, dengan lebih dari 30 surat berhasil diproses pada minggu pertama implementasi.
Melalui kerja sama pengabdian ini, si-MOLOSIPAT.W tidak hanya mampu mengurangi beban administratif aparatur kelurahan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan literasi digital perangkat kelurahan. Di sisi lain, masyarakat khususnya kelompok usia produktif dan pelaku UMKM menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan layanan digital. Keberhasilan program ini mendukung visi pengembangan Smart City Kota Gorontalo serta berpotensi menjadi model optimalisasi pelayanan publik berbasis kerja sama pengabdian yang dapat direplikasi di kelurahan lain.
sumber: https://jurnalvokasi.ung.ac.id/jat/index.php/jat/article/view/111

