Kerja Sama Riset Ung Membuahkan Hasil: Jejak Geologi Jutaan Tahun Terkuak
Gorontalo - Kerja sama riset yang dilakukan tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuahkan hasil signifikan dalam mengungkap jejak geologi jutaan tahun di wilayah Gorontalo. Tim yang diketuai Dr. Aang Panji Permana, S.T., M.T bersama Prof. Dr. Dewi Wahyuni K. Baderan, S.Pd., M.Si berhasil merekonstruksi sejarah tektonik kawasan tersebut melalui analisis fosil mikro foraminifera yang tersimpan dalam batuan karbonat.
Penelitian yang dilaksanakan di Desa Ombulo, Kabupaten Gorontalo, menjadi tonggak penting dalam memahami dinamika pembentukan cekungan Gorontalo sejak jutaan tahun silam. Melalui pendekatan biostratigrafi, petrografi, dan rekonstruksi paleobatimetri, tim menganalisis lapisan batugamping setebal hingga 25 meter. Dari hasil pengamatan mikroskopis, teridentifikasi 16 spesies foraminifera bentonik yang menjadi kunci dalam menelusuri perubahan lingkungan laut purba.
Hasil riset menunjukkan bahwa pada Kala Pliosen Awal, sekitar 6,4–5,8 juta tahun lalu, terjadi pendalaman lingkungan pengendapan yang sangat signifikan. Kedalaman laut purba berubah dari paparan tengah sekitar ±178 meter menjadi lereng atas laut dalam sekitar ±500 meter. Artinya, terdapat perubahan lebih dari 320 meter dalam kurun waktu geologis yang relatif singkat.
Menariknya, perubahan tersebut tidak selaras dengan fluktuasi muka air laut global pada periode yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa faktor tektonik lokal berupa penurunan kerak bumi (subsidence) menjadi pengendali utama evolusi cekungan Gorontalo. Distribusi fosil foraminifera yang ditemukan merekam secara jelas dinamika tersebut, memperlihatkan bahwa wilayah Gorontalo mengalami subsidence intensif pada Pliosen Awal.
Temuan ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu kebumian, tetapi juga memiliki implikasi strategis bagi mitigasi bencana geologi di kawasan rawan gempa. Selain itu, hasil riset ini dapat mendukung penataan kawasan lindung geologi serta eksplorasi energi, khususnya dalam memahami karakter reservoir karbonat di kawasan Teluk Tomini dan sekitarnya.
Sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penelitian, hasil kerja sama riset ini telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus (Q3) edisi 2025. Penelitian ini didanai melalui LPPM UNG dalam skema Riset Akselerasi Lektor Kepala (PNBP UNG), sekaligus mempertegas komitmen UNG dalam menghasilkan riset unggul yang berdampak bagi pembangunan daerah dan nasional.

