Wr Iv Dorong Fakultas Ilmu Sosial Wujudkan Kampus Berdampak Melalui Kerja Sama Strategis
Gorontalo - Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Harto S. Malik, secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kinerja internal di lingkungan FIS, Jumat, (13/2/2026)
Dalam sambutannya, WR IV menegaskan pentingnya penguatan kerja sama strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan konsep “Kampus Berdampak”. Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Ilmu Sosial atas terselenggaranya rapat kerja yang dinilai menjadi momentum konsolidasi program sekaligus penyelarasan arah kebijakan fakultas dengan visi universitas.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, atas restu kita semua, rapat kerja tingkat Fakultas Ilmu Sosial secara resmi dibuka,” ujar Harto saat membuka kegiatan.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kebijakan “Kampus Berdampak” yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) harus diimplementasikan melalui program nyata, khususnya melalui kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, komunitas, maupun lembaga lainnya.
Menurutnya, konsep berdampak tidak cukup dimaknai secara administratif, tetapi harus tercermin dalam aktivitas tridarma perguruan tinggi yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, ketika dosen Ilmu Komunikasi melakukan pendampingan atau treatment di tengah komunitas, maka dukungan pimpinan fakultas serta jejaring kerja sama yang kuat akan memperbesar pengaruh dan kebermanfaatan program tersebut.
Lebih lanjut, WR IV menjelaskan bahwa ruang lingkup “Kampus Berdampak” mencakup tiga aspek utama, yakni dampak sosial, dampak ekonomi, dan dampak lingkungan. Pada aspek sosial, terdapat empat fokus utama yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja fakultas, yaitu pendidikan inklusif, penelitian dan inovasi, pengabdian dan pengembangan, serta kontribusi terhadap kebijakan publik.
Seluruh indikator tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam bentuk program yang terukur dan berbasis kemitraan strategis, sehingga Fakultas Ilmu Sosial mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Rapat kerja ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kinerja internal sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan tata kelola, kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta penguatan jejaring kerja sama yang berorientasi pada dampak.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Sosial UNG diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai bagian dari kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif membangun sinergi dan kolaborasi strategis demi menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan sekitar.

