Berita

Blog Image

Penguatan Kolaborasi Lokal Dan Internasional Dalam Pengelolaan Sampah Perkotaan Di Dumbo Raya

Gorontalo-Komitmen dalam memperkuat kolaborasi lokal dan internasional guna mengatasi persoalan sampah perkotaan terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung program unggulan Wali Kota Gorontalo terkait peningkatan kebersihan lingkungan serta penanganan darurat sampah secara terpadu.

Upaya penguatan kolaborasi ini diwujudkan melalui implementasi pengelolaan persampahan berbasis kemitraan multi-pihak (multi-stakeholder partnership). Program strategis tersebut merupakan inisiasi bersama antara Pemerintah Kota Gorontalo, SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG), serta lembaga kerja sama pembangunan internasional GIZ Jerman. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara aktor lokal dan mitra internasional dalam merumuskan solusi berkelanjutan bagi persoalan sampah perkotaan.

Kecamatan Dumbo Raya secara resmi ditetapkan sebagai lokus pilot project pengelolaan persampahan perkotaan. Program ini dirumuskan secara kolaboratif oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Gorontalo, Sekretariat SDGs Provinsi, SDGs Center UNG, serta Advisor GIZ Gorontalo. Penetapan Dumbo Raya sebagai wilayah percontohan menjadi langkah strategis dalam membangun model tata kelola sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pada tahap awal, tiga kelurahan ditetapkan sebagai wilayah prioritas, yakni Kelurahan Leato Selatan, Leato Utara, dan Talumolo. Pemilihan wilayah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang partisipatif, adaptif, serta memiliki dampak jangka panjang. Model pengelolaan yang dikembangkan diharapkan dapat direplikasi dan diperluas ke seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Dumbo Raya.

Camat Dumbo Raya menyampaikan apresiasi terhadap dukungan berbagai pihak dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor ini. Ia menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk memastikan bahwa seluruh rencana yang telah disusun dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Kita perlu bergerak cepat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada saat ini. Jangan menunggu semua tersedia baru kita bergerak. Kami akan melibatkan semua pihak dan memastikan bahwa setiap rencana benar-benar dieksekusi di lapangan,” ungkap Camat dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pada Minggu (26/4/2026).

Pendekatan kemitraan multi-pihak menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas masyarakat, organisasi non-pemerintah, serta mitra pembangunan internasional. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks dalam pengelolaan sampah perkotaan, mulai dari perubahan perilaku masyarakat hingga penguatan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Momentum penguatan kolaborasi ini semakin nyata dengan keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Negeri Gorontalo. Kehadiran mahasiswa menjadi elemen penting dalam memberikan edukasi serta pendampingan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam praktik pemilahan dan pengelolaan sampah dari skala rumah tangga.

Implementasi nyata dari kolaborasi tersebut telah dimulai pada Sabtu (25/4/2026) di Kelurahan Leato Selatan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, mahasiswa KKN, NGO Biota, serta unsur PKK Kecamatan Dumbo Raya menghasilkan aksi langsung di tengah masyarakat. Warga diberikan edukasi praktis mengenai pengolahan sampah organik menjadi kompos melalui teknik biopori dan penggunaan tong komposter.

Langkah kolaboratif ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di tingkat lokal. Ke depan, kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan mitra internasional diharapkan mampu menurunkan volume timbunan sampah secara signifikan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Dengan penguatan kolaborasi lokal dan internasional yang terus dibangun, Kecamatan Dumbo Raya diharapkan dapat menjadi model praktik baik dalam pengelolaan sampah perkotaan yang terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi wilayah lain dalam menghadapi tantangan serupa.