Berita

Blog Image

Realisasi Kerja Sama Ung, Inovasi Adsorben Ramah Lingkungan Tekan Kadar Bod Dan Cod Limbah Tahu

Gorontalo - Industri tahu merupakan urat nadi ekonomi rakyat di banyak daerah di Indonesia. Namun, di balik gurihnya produk protein ini, tersimpan tantangan lingkungan yang serius, yakni limbah cair dengan kandungan organik tinggi.

Tanpa pengolahan yang memadai, limbah tersebut dapat menimbulkan bau menyengat dan merusak ekosistem sungai akibat tingginya kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Kondisi ini menjadi perhatian dalam berbagai program kerja sama dan pengembangan solusi berbasis riset yang didorong Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Sebagai realisasi kerja sama dan komitmen penguatan riset aplikatif, tim peneliti muda UNG menghadirkan solusi inovatif dengan mengusung konsep ekonomi sirkular. Mereka berhasil menyintesis material komposit dari fly ash (abu terbang) dan zeolit sebagai media penyerap (adsorben) limbah yang efektif sekaligus ekonomis.

Penelitian yang bertajuk “Sintesis dan Aplikasi Komposit (Fly Ash – Zeolit) sebagai Media Adsorben untuk Reduksi BOD dan COD pada Limbah Cair Industri Tahu” ini digagas melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE). Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi sinergi akademik dalam menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat dan pelaku industri kecil.

Tim peneliti mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan fly ash, limbah hasil pembakaran batu bara dari industri, yang dikombinasikan dengan zeolit untuk menghasilkan material komposit berdaya serap tinggi. Pendekatan ini menarik karena memanfaatkan limbah untuk mengatasi persoalan limbah lainnya.

Fly ash yang selama ini kurang termanfaatkan diolah menjadi material fungsional yang mampu mengadsorpsi senyawa pencemar organik dalam limbah cair tahu.

“Melalui proses sintesis komposit fly ash–zeolit, adsorben yang dihasilkan terbukti mampu mereduksi nilai BOD dan COD secara signifikan, sehingga berpotensi menekan dampak pencemaran air,” ungkap Nola Charmelita Bagenda selaku ketua tim peneliti.

Selain efektif, teknologi ini dinilai lebih ekonomis dan mudah diaplikasikan oleh pelaku usaha kecil menengah. Penggunaan bahan baku dari limbah industri menjadikan biaya produksi relatif rendah, sekaligus memberikan nilai tambah pada material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan, membantu industri tahu memenuhi baku mutu limbah sesuai regulasi, serta menjaga kelestarian ekosistem perairan. Lebih jauh, pengembangan teknologi adsorpsi berbasis material lokal ini berpotensi direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik industri serupa,” jelasnya.

Penelitian mahasiswa UNG ini turut mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian pencemaran dan pengelolaan kualitas air, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek air bersih dan sanitasi serta industri yang berkelanjutan. Inovasi ini menjadi bukti nyata realisasi kerja sama UNG dalam menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif bagi permasalahan nyata di masyarakat.