Berita

Blog Image

Perkuat Sinergi Reforma Agraria Berbasis Konservasi, Kantor Pertanahan Boalemo Kunjungi Living Lab Cornservasi Ung

Gorontalo-Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menerima kunjungan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Reforma Agraria berbasis konservasi. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Zein Patricia Harinda, bersama Regita Cahyani Gani beserta jajaran, Jumat (10/7/26).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mengembangkan pengelolaan lahan pertanian yang produktif, berkelanjutan, serta berorientasi pada pelestarian lingkungan. Diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada implementasi Reforma Agraria melalui penataan aset dan penataan akses sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Boalemo.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau secara langsung Living Lab Cornservasi yang dikelola Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG. Demplot ini menjadi laboratorium lapangan yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan sistem budidaya jagung berbasis konservasi di lahan miring.

Tim Jurusan Agribisnis memberikan penjelasan mengenai berbagai praktik konservasi yang diterapkan, mulai dari pengelolaan lahan, teknik konservasi tanah dan air, hingga pemanfaatan teknologi budidaya yang mampu menekan laju erosi tanpa mengurangi produktivitas lahan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu model pengelolaan pertanian berkelanjutan yang relevan dengan kondisi wilayah Gorontalo yang didominasi kawasan berbukit.

Living Lab Cornservasi tidak hanya berfungsi sebagai wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat pengembangan inovasi yang dapat diadopsi oleh masyarakat. Melalui pendekatan ini, hasil-hasil penelitian dan inovasi dosen dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Selain melakukan peninjauan lapangan, kedua belah pihak juga membahas peluang penguatan kerja sama dalam mendukung keberhasilan Reforma Agraria. Penataan aset pertanahan dinilai perlu diiringi dengan penataan akses melalui pendampingan, edukasi, dan penerapan teknologi konservasi sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh kepastian hak atas tanah, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.

Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo, Zein Patricia Harinda, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG melalui Living Lab Cornservasi. Menurutnya, keberadaan laboratorium lapangan tersebut dapat menjadi model pembelajaran sekaligus referensi dalam mendukung pelaksanaan Reforma Agraria yang berorientasi pada konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif, baik dalam bentuk pendampingan masyarakat, edukasi pengelolaan lahan, maupun pengembangan inovasi pertanian konservasi. Dengan demikian, pelaksanaan Reforma Agraria tidak hanya memberikan kepastian hukum terhadap aset pertanahan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kunjungan ini, Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG dan Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sumber daya pertanian yang produktif, adaptif, dan ramah lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Reforma Agraria yang tidak hanya berorientasi pada penataan lahan, tetapi juga pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.