Berita

Blog Image

Kolaborasi Ung Dan Tni Al Dalam Pengabdian Masyarakat: Upaya Penguatan Penegakan Hukum Sianida Ilegal

Gorontalo-Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (FH UNG) terus memperkuat perannya dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi melalui kolaborasi strategis dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Mako Lanal Gorontalo sebagai bagian dari agenda akademik Program Studi Magister Ilmu Hukum FH UNG, Selasa (28/04/2026).

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum dalam merespons persoalan hukum di masyarakat, khususnya terkait maraknya penyelundupan bahan berbahaya seperti sianida ilegal yang berdampak serius terhadap lingkungan dan keselamatan publik.

Kegiatan menghadirkan Dr. Suwitno Y. Imran, S.H., M.H. sebagai narasumber utama, didampingi oleh Letnan Satu Laut (P) Ali Mustofa. Turut hadir jajaran Lanal Gorontalo yang diwakili oleh Pasintel Lanal Gorontalo, Kapten Laut (S) Farid Lutfianto, serta Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum FH UNG, Prof. Dr. Nur Mohamad Kasim, S.Ag., M.H., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya penguatan penegakan hukum terhadap peredaran sianida ilegal melalui pendekatan hukum pidana yang komprehensif. Berdasarkan ketentuan dalam KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023) serta regulasi sektoral terkait bahan berbahaya dan pencemaran lingkungan, pelaku penyelundupan dapat dikenakan sanksi tegas guna memberikan efek jera.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat berbasis keilmuan yang bertujuan mentransformasikan pengetahuan hukum ke dalam praktik nyata. FH UNG bersama TNI AL mendorong terciptanya kesadaran kolektif akan pentingnya pengawasan terhadap peredaran bahan berbahaya, khususnya di wilayah perairan.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pendekatan preventif melalui penguatan patroli laut, peningkatan koordinasi lintas lembaga, serta pelibatan aktif masyarakat dalam sistem pengawasan. Dalam hal ini, masyarakat didorong untuk berperan sebagai subjek yang aktif dalam menjaga lingkungan serta melaporkan potensi pelanggaran hukum.

Dari sisi kelembagaan, kolaborasi antara FH UNG dan TNI AL menjadi langkah strategis dalam membangun sistem penegakan hukum yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan. Sinergi ini sekaligus menegaskan komitmen FH UNG sebagai institusi pendidikan hukum yang tidak hanya berfokus pada pengajaran dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjawab tantangan hukum di tengah masyarakat.

Melalui pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi ini, FH UNG optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat penegakan hukum serta menciptakan sistem hukum yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.