Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama Riset: Dosen Ung Berikan Edukasi Senam Nifas Dan Pemulihan Rahim

Gorontalo - Masa nifas merupakan periode krusial bagi kesehatan ibu setelah melahirkan. Dalam kurun waktu enam minggu pascapersalinan, tubuh perempuan terutama organ reproduksi mengalami proses pemulihan alami yang dikenal sebagai involusi uterus, yaitu kembalinya ukuran dan fungsi rahim seperti sebelum hamil. Kegagalan involusi rahim dapat meningkatkan risiko perdarahan, salah satu penyebab utama kematian ibu.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama penelitian, dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan edukasi langsung kepada ibu pascapersalinan tentang senam nifas dan pemulihan rahim. Kegiatan ini mengintegrasikan temuan ilmiah dengan praktik kesehatan sehari-hari, sehingga intervensi sederhana seperti senam nifas dapat dilakukan secara tepat dan aman.

Hasil Penelitian di Lapangan

Penelitian yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas di Sulawesi Selatan melibatkan ibu nifas yang dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok melakukan senam nifas secara rutin, sementara kelompok lain tidak. Pemantauan dilakukan sejak hari ketiga hingga hari ketujuh pascapersalinan dengan mengukur tinggi fundus uteri sebagai indikator involusi rahim. Hasilnya menunjukkan bahwa pada periode pengamatan singkat ini, senam nifas belum menunjukkan perbedaan signifikan terhadap kecepatan penurunan ukuran rahim.

Meski demikian, dosen dan peneliti UNG menekankan bahwa senam nifas tetap memiliki dasar fisiologis yang kuat. Aktivitas fisik ringan setelah melahirkan dapat merangsang hormon oksitosin, memperkuat kontraksi rahim, membantu mengurangi perdarahan, dan mendukung pemulihan jaringan rahim. Penelitian lain juga menunjukkan manfaat jangka panjang, seperti peningkatan kekuatan otot panggul, peredaran darah yang lebih baik, serta kebugaran dan postur tubuh ibu yang lebih optimal.

Pentingnya Konsistensi dan Edukasi Berbasis Ilmiah

Para ahli menilai bahwa hasil penelitian ini dipengaruhi oleh durasi pengamatan yang singkat dan jumlah responden terbatas. Involusi uterus adalah proses bertahap yang memerlukan pemantauan jangka panjang. Edukasi yang diberikan oleh dosen UNG menekankan pentingnya pelaksanaan senam nifas secara rutin, konsisten, dan disertai pemantauan tenaga kesehatan, sehingga manfaatnya bisa optimal.

Dengan kegiatan ini, implementasi kerja sama penelitian tidak hanya menghasilkan data ilmiah, tetapi juga langsung diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesehatan ibu pascapersalinan. Senam nifas bukan sekadar tradisi, melainkan intervensi berbasis bukti yang mendukung pemulihan fisik dan kesehatan mental ibu.

 

Sumber: https://omnijournal.id/health/article/view/118/99