Lewat Kerja Sama Akademik: Mahasiswa Ung Telusuri Sejarah Kerajaan Kaidipang
Gorontalo - Implementasi kerja sama akademik yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (FIS UNG) terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang berkontribusi pada penguatan kajian sejarah lokal. Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui penelitian skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah, Afrianto Dumako, yang meneliti tentang Sejarah Kerajaan Kaidipang Besar Tahun 1912–1950 sebagai bagian dari penyelesaian studi pada tahun 2024.
Penelitian ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi kerja sama akademik yang bertujuan mendukung pengembangan penelitian sejarah lokal melalui penguatan akses data, sumber sejarah, serta dukungan kelembagaan. Fokus penelitian Afrianto adalah mengkaji proses pengangkatan Ramsuit Pontoh sebagai Raja Kaidipang pada tahun 1912, sekaligus menelusuri dinamika pemerintahan di bawah kepemimpinannya, khususnya dalam aspek pembangunan, pendidikan, dan sistem pemerintahan.
Dalam pelaksanaannya, Afrianto menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, hingga penulisan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan serta studi pustaka, yang didukung oleh berbagai sumber informasi sebagai bagian dari implementasi kerja sama akademik yang telah terjalin. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengangkatan Ramsuit Pontoh sebagai raja berlangsung secara damai meskipun terdapat penolakan dari sebagian pihak. Selama masa pemerintahannya, Ramsuit Pontoh dinilai mampu melakukan berbagai transformasi di berbagai sektor, termasuk pembangunan, pendidikan, serta tata kelola pemerintahan di wilayah Kaidipang.
Namun demikian, penelitian ini juga mengungkap bahwa masa pemerintahan tersebut berakhir pada tahun 1950 akibat konflik kekuasaan yang melibatkan kelompok pemuda bersenjata. Konflik tersebut menyebabkan runtuhnya kekuasaan Kerajaan Kaidipang Besar setelah berdiri selama kurang lebih 38 tahun.
Melalui implementasi kerja sama akademik ini, penelitian yang dilakukan oleh Afrianto Dumako memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kajian sejarah lokal, khususnya terkait eksistensi dan dinamika Kerajaan Kaidipang Besar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik bagi mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah daerah.
Penyelesaian skripsi ini sekaligus menjadi wujud komitmen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dalam mengoptimalkan implementasi kerja sama akademik guna mendorong penguatan riset mahasiswa yang berorientasi pada pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya lokal, serta pengembangan kajian sejarah daerah yang berkelanjutan.

