Berita

Blog Image

Digitalisasi Pendidikan Berbasis Kolaborasi, Smkn 1 Limboto Manfaatkan Portal Karya Mahasiswa Ung

Gorontalo-Implementasi kerja sama antara Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan SMK Negeri 1 Limboto menghadirkan langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan Portal Sekolah Terpadu berbasis web yang kini dimanfaatkan oleh SMKN 1 Limboto sebagai pusat layanan digital sekolah, Kamis (25/5/26).

Portal ini merupakan hasil karya mahasiswa yang dikembangkan dalam proyek Mata Kuliah Manajemen Layanan Teknologi Informasi (MLTI). Tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, proyek tersebut juga dirancang untuk menghasilkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan nyata mitra, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendorong digitalisasi pendidikan.

Sebelum portal terpadu hadir, berbagai layanan digital di SMKN 1 Limboto telah tersedia namun masih berjalan secara terpisah. Siswa, guru, tenaga kependidikan, maupun orang tua harus mengakses berbagai tautan berbeda untuk memanfaatkan layanan seperti Dapodik, Learning Management System (LMS), E-Raport, dan PeKaeL. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kesulitan dalam akses layanan karena belum adanya satu pintu informasi yang terintegrasi.

Melalui implementasi kerja sama ini, mahasiswa Sistem Informasi UNG menghadirkan Portal Sekolah Terpadu yang berfungsi sebagai gerbang utama seluruh layanan digital sekolah. Dengan satu alamat portal, pengguna dapat mengakses informasi layanan, memperoleh panduan penggunaan, dan terhubung dengan berbagai platform yang dibutuhkan secara lebih mudah dan terarah.

Selain mengintegrasikan layanan yang telah ada, portal tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung seperti penyediaan bahan ajar digital, layanan pelaporan insiden dan kendala teknis, ruang aspirasi publik, serta dashboard administrator yang memungkinkan pengelolaan konten dan pemantauan layanan dilakukan secara terpusat.

Pengembangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3 yang menjadi standar internasional dalam tata kelola layanan teknologi informasi. Melalui pendekatan ini, mahasiswa menerapkan tahapan perencanaan, desain, transisi, operasional, hingga evaluasi layanan secara sistematis untuk memastikan sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Proses implementasi diawali dengan observasi dan analisis kebutuhan di SMKN 1 Limboto, dilanjutkan dengan perancangan, pengembangan, pengujian sistem, hingga penerapan portal di lingkungan sekolah. Tim mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada tenaga kependidikan agar pemanfaatan portal dapat berjalan secara optimal.

Hasil implementasi menunjukkan respons yang positif dari pihak sekolah. Berdasarkan pengujian menggunakan metode System Usability Scale (SUS) terhadap 12 responden, portal memperoleh skor rata-rata 78,96 yang termasuk dalam kategori Good dan dinilai layak untuk digunakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu diterima dengan baik serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses layanan digital sekolah.

Pemanfaatan Portal Sekolah Terpadu memberikan dampak nyata terhadap efektivitas pengelolaan layanan digital di SMKN 1 Limboto. Seluruh warga sekolah kini memiliki akses yang lebih mudah, terintegrasi, dan terpusat terhadap berbagai layanan pendidikan. Kehadiran portal ini juga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sistem serta mengurangi potensi kendala yang sebelumnya muncul akibat penggunaan berbagai platform yang terpisah.

Bagi Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik UNG, keberhasilan implementasi portal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat. Selain memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi informasi, kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung percepatan digitalisasi pendidikan di daerah.