Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama Pt Gorontalo Minerals Dan Ung Berdampak Nyata Dalam Pelestarian Biodiversitas Laut Di Pesisir Pantai Botutonuo

Gorontalo-Implementasi kerja sama antara PT Gorontalo Minerals dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan dampak nyata melalui berbagai program pelestarian lingkungan yang berfokus pada perlindungan biodiversitas laut di wilayah pesisir. Salah satu wujud konkret kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan SEL (Satu Ekosistem Lestari) 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Pantai Botutonuo Lorong 5, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi dan Pusat Kajian Ekologi Pesisir Berbasis Kearifan Lokal UNG ini mendapat dukungan penuh dari PT Gorontalo Minerals sebagai mitra strategis universitas dalam berbagai program pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat dosen-dosen Jurusan Biologi UNG di wilayah Botutonuo.

Kolaborasi antara dunia akademik dan industri ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pencemaran sampah plastik, degradasi terumbu karang, hingga dampak perubahan iklim yang mengancam keberadaan berbagai spesies biota laut.

Mengusung tema “Satu Aksi untuk Lingkungan Hidup, Seribu Dampak untuk Masa Depan”, kegiatan SEL 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, mahasiswa, akademisi, dan dunia industri dalam upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam implementasinya, kegiatan SEL 2026 menghadirkan dua aksi utama yang secara langsung mendukung upaya konservasi biodiversitas laut di Pantai Botutonuo.

Kegiatan pertama adalah transplantasi terumbu karang, yang menjadi salah satu program utama dalam rehabilitasi ekosistem bawah laut. Melalui kegiatan ini, peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa Jurusan Biologi UNG, perwakilan PT Gorontalo Minerals, serta relawan lingkungan melakukan penanaman fragmen karang sebagai upaya pemulihan habitat berbagai jenis biota laut yang bergantung pada ekosistem terumbu karang.

Terumbu karang memiliki peran penting sebagai tempat hidup, berkembang biak, dan mencari makan bagi ribuan spesies laut. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan biodiversitas laut sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di kawasan Botutonuo.

Selain itu, peserta juga melaksanakan aksi bersih sampah pantai sebagai langkah nyata mengurangi pencemaran lingkungan pesisir dan laut. Sampah plastik yang terbawa ke laut diketahui menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan biota laut dan kesehatan ekosistem pesisir. Sebagai bentuk komitmen terhadap kampanye pengurangan sampah plastik, seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan SEL 2026 dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UNG Amir Arham serta Wakil Dekan III FMIPA UNG Lilan Dama yang mewakili Dekan FMIPA UNG. Turut hadir pula perwakilan PT Gorontalo Minerals yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Kehadiran para pimpinan universitas dan mitra industri tersebut menjadi bukti kuat bahwa implementasi kerja sama antara UNG dan PT Gorontalo Minerals tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Salah satu aspek yang memperkuat dampak kegiatan ini adalah keterlibatan aktif PT Gorontalo Minerals dalam mendukung pelaksanaan transplantasi terumbu karang dan aksi bersih pantai. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian sumber daya hayati dan biodiversitas di wilayah Gorontalo.

PT Gorontalo Minerals menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian penting dari tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, berbagai upaya pelestarian ekosistem, mulai dari perlindungan terumbu karang, keanekaragaman spesies laut, hingga kesehatan kawasan pesisir, terus menjadi perhatian dan komitmen jangka panjang perusahaan.

“Kami percaya bahwa industri yang bertanggung jawab adalah industri yang menjaga alam. Keterlibatan kami dalam SEL 2026 merupakan bagian dari komitmen nyata PT Gorontalo Minerals untuk terus menjaga kelestarian sumber daya hayati, biodiversitas, dan ekosistem pesisir demi generasi yang akan datang,” ujar Budi Prasetya.

Nilai strategis kegiatan ini semakin kuat karena melibatkan tiga unsur utama, yaitu mahasiswa, akademisi, dan industri. Sinergi tersebut mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Melalui kegiatan SEL 2026, Universitas Negeri Gorontalo dan PT Gorontalo Minerals berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berperan aktif dalam menjaga sumber daya hayati, biodiversitas, dan ekosistem pesisir.

Implementasi kerja sama antara PT Gorontalo Minerals dan UNG melalui aksi konservasi di Pantai Botutonuo membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian laut. Bersama menjaga alam, bersama merawat masa depan.