Implementasi Kerja Sama: Fip Ung Perkuat Kurikulum Berbasis Play-Based Learning Dan Kemitraan Internasional
Gorontalo-Sebagai bentuk implementasi kerja sama dalam penguatan mutu pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menyelenggarakan Workshop Penguatan Kurikulum Berbasis Play-Based Learning dan Kemitraan Internasional di Aula Jurusan PGPAUD FIP UNG, Kamis (16/7/26). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengimplementasikan berbagai bentuk kolaborasi dengan mitra pendidikan guna menyempurnakan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini serta mendukung internasionalisasi program studi.
Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., serta melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan berbagai mitra PAUD, di antaranya TK Damhil, TK Citra Destari Kabila, TK Negeri Pembina, serta sejumlah lembaga mitra lainnya. Keterlibatan para mitra tersebut menjadi wujud nyata implementasi kerja sama yang dibangun FIP UNG dalam mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi menuju pendidikan berstandar internasional.
Membuka kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menegaskan bahwa workshop kurikulum merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mengimplementasikan berbagai program kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Menurutnya, evaluasi dan penyempurnaan kurikulum harus terus dilakukan agar lulusan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
“Workshop ini menjadi momentum penting untuk memastikan kurikulum yang kita kembangkan tetap relevan, berkualitas, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Arwildayanto juga memberikan apresiasi kepada Jurusan PGPAUD yang telah meraih akreditasi unggul dengan capaian nilai tinggi di lingkungan FIP UNG. Prestasi tersebut dinilai menjadi modal kuat dalam memperluas implementasi kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya menuju akreditasi internasional.
Menurutnya, kemitraan internasional harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas akademik, memperluas kolaborasi riset dan pengabdian, serta membuka peluang pertukaran pengalaman bagi dosen dan mahasiswa melalui berbagai program bertaraf global. Dengan sumber daya yang dimiliki, PGPAUD dinilai memiliki potensi besar untuk merealisasikan target tersebut.
Selain memperkuat kemitraan, Dekan juga menekankan pentingnya implementasi pendekatan Play-Based Learning (PBL) sebagai fondasi utama dalam pengembangan kurikulum baru. Pendekatan ini menempatkan aktivitas bermain sebagai proses belajar yang mampu mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional, bahasa, kreativitas, serta karakter anak usia dini secara holistik.
“Kurikulum harus mampu membekali calon guru PAUD dengan pemahaman yang utuh mengenai karakteristik perkembangan anak. Bermain bukan sekadar aktivitas, tetapi merupakan strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar bermakna bagi anak,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar implementasi kurikulum mengintegrasikan kearifan lokal Gorontalo melalui permainan tradisional sebagai media pembelajaran. Upaya tersebut dinilai penting untuk melestarikan identitas budaya daerah sekaligus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual di tengah perkembangan teknologi digital.
Sementara itu, Ketua Jurusan PGPAUD FIP UNG, Dra. Rapi Us Djuko, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari implementasi program kerja sama yang mendukung pengembangan kurikulum, pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), serta penguatan berbagai program akademik, termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Menurutnya, penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan hanya dari perspektif akademisi, tetapi harus melibatkan sekolah dan lembaga mitra sebagai pengguna lulusan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan pendidikan nasional dan internasional.
“Melalui workshop ini kami berharap memperoleh berbagai masukan dari narasumber maupun mitra sekolah sehingga kurikulum yang dihasilkan semakin adaptif, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan anak usia dini, baik pada tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Melalui implementasi kerja sama ini, Jurusan PGPAUD FIP UNG menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kurikulum yang inovatif, berbasis Play-Based Learning, serta didukung kemitraan nasional dan internasional yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan para mitra diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif terhadap perubahan, serta siap berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di tingkat nasional maupun global.

