Berita

Blog Image

Wujud Implementasi Kerja Sama Ung- Untad, Riset Bersama Ungkap Rahasia Karakteristik Batuan Negeri Seribu Megalit

Gorontalo- Kawasan yang dikenal sebagai “Negeri Seribu Megalit” tidak hanya menyimpan warisan budaya prasejarah, tetapi juga menyajikan catatan geologi yang kompleks dan bernilai ilmiah tinggi. Melalui wujud implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Tadulako (Untad), tim peneliti kedua perguruan tinggi berhasil mengungkap karakteristik batuan penyusun megalit berdasarkan analisis petrografi dan geokimia, sekaligus menelusuri asal-usul geologinya.

Kolaborasi riset ini dipimpin oleh Prof. Dr. Jusman Mansyur, M.Si dari Untad, dengan keterlibatan Dr. Aang Panji Permana, S.T., M.T dari UNG sebagai bagian dari tim peneliti. Penelitian berjudul “Characteristics of Rocks Based on Petrographic and Geochemical Analysis: A Study in the Land of a Thousand Megaliths, Indonesia” bertujuan mengidentifikasi jenis batuan, komposisi mineral, serta kandungan kimia utama batuan yang dimanfaatkan sebagai bahan megalit.

Riset ini mengintegrasikan pendekatan geologi dan geoarkeologi, sehingga menghadirkan perspektif ilmiah yang lebih komprehensif terhadap situs megalitik di Indonesia. Hasil analisis petrografi menunjukkan bahwa batuan penyusun megalit didominasi oleh batuan beku vulkanik, terutama andesit dan basalt, dengan tekstur porfiritik hingga afanitik. Mineral utama yang teridentifikasi meliputi plagioklas, piroksen, hornblende, serta mineral opak, yang mencerminkan proses pembekuan magma dalam sistem vulkanik aktif. Selain itu, ditemukan pula batuan metamorf seperti amphibolite dan biotite-chlorite schist.

Sementara itu, analisis geokimia menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF) memperlihatkan kandungan unsur utama seperti SiO₂, Al₂O₃, Fe₂O₃, CaO, dan MgO yang khas batuan vulkanik. Interpretasi data menunjukkan bahwa batuan tersebut terbentuk pada lingkungan tektonik busur kepulauan (island arc) yang berkaitan erat dengan proses subduksi lempen ciri utama tatanan geologi Indonesia.

Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat megalitik masa lalu memanfaatkan batuan lokal yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Hal tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara kondisi geologi dan perkembangan budaya prasejarah. Selain memperkaya khazanah keilmuan, hasil penelitian ini juga memberikan dasar penting bagi upaya konservasi situs megalit, khususnya dalam memahami ketahanan batuan terhadap pelapukan fisik dan kimia.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama UNG-Untad, riset ini memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam pengembangan penelitian interdisipliner dan pengelolaan geoheritage secara berkelanjutan. Hasil kajian diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, pemerintah daerah, serta pengelola cagar budaya dalam merumuskan kebijakan pelestarian berbasis sains.

Penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Scopus (Q1) Geojournal of Tourism and Geosites edisi 2025. Kegiatan riset didukung oleh Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema pendanaan PRPB, dan turut memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah.