Implementasi Kerja Sama Strategis: Ung Hadirkan Pakar Nasional Dalam Evaluasi Kurikulum Program Studi Profesi Dokter
Gorontalo-Implementasi kerja sama strategis antara Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin terus diwujudkan melalui berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Workshop Eksternal Evaluasi Kurikulum Program Studi Profesi Dokter yang dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustus 2026, di UTC Damhil, Gorontalo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan kedokteran melalui penyempurnaan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan layanan kesehatan, serta kebijakan pendidikan tinggi. Melalui pelibatan pakar pendidikan kedokteran dari Universitas Hasanuddin, FK UNG memperoleh masukan akademik dan pengalaman terbaik (best practices) dalam pengembangan kurikulum Program Studi Profesi Dokter.
Workshop dihadiri oleh pimpinan fakultas, tim pengembang kurikulum, dosen, alumni, mahasiswa, departemen, serta menghadirkan pakar pendidikan kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai mitra strategis dalam pengembangan mutu akademik. Kehadiran para pakar tersebut menjadi wujud nyata implementasi kerja sama antarlembaga dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Universitas Negeri Gorontalo.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., setelah rangkaian pembukaan yang meliputi laporan ketua panitia serta sambutan dari Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., dan perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dr. Bau Dilam Ardyansyah, S.Ked., M.BSc., MHPE., Ph.D.
Dalam sambutannya, dr. Vivien menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang. Kurikulum pendidikan profesi dokter tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi klinis, kemampuan komunikasi, profesionalisme, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi dinamika sistem pelayanan kesehatan nasional.
Rangkaian workshop diawali dengan pemaparan hasil workshop internal yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh tim penyusun kurikulum. Paparan tersebut menjadi dasar diskusi bersama seluruh peserta dalam mengevaluasi capaian kurikulum yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih memerlukan penyempurnaan.
Sebagai bagian dari pendekatan berbasis kebutuhan (needs assessment), workshop menghadirkan sesi umpan balik (feedback) dari berbagai pemangku kepentingan, meliputi alumni, mahasiswa, dan departemen. Melalui forum ini, peserta memperoleh masukan mengenai relevansi kurikulum terhadap kebutuhan dunia kerja, efektivitas proses pembelajaran, serta kompetensi lulusan yang diharapkan oleh institusi pelayanan kesehatan.
Implementasi kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin semakin terlihat melalui sesi telaah akademik yang dipandu oleh para pakar pendidikan kedokteran, yakni Dr. dr. Sri Asriyani, Sp.Rad. Subs. TR(K)., M.Med.Ed. dan dr. Bau Dilam Ardyansyah, S.Ked., M.BSc., MHPE., Ph.D. Kedua narasumber memberikan masukan komprehensif terkait struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen agar selaras dengan standar nasional pendidikan kedokteran serta perkembangan praktik kedokteran modern.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi Evaluasi Kurikulum Program Studi Profesi Dokter sebagai momentum penyempurnaan dokumen kurikulum berdasarkan hasil evaluasi internal, masukan para pemangku kepentingan, dan rekomendasi pakar nasional. Proses ini diharapkan menghasilkan kurikulum yang lebih komprehensif, adaptif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan pelayanan kesehatan.
Selain finalisasi kurikulum, peserta juga mengikuti sesi penguatan kompetensi dosen pendidikan klinis (Dokdiknis) sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengimplementasikan kurikulum secara efektif di lingkungan pembelajaran klinik. Penguatan kompetensi pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan implementasi kurikulum berjalan optimal sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan kedokteran. Pelibatan pakar nasional dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin bersama alumni, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang relevan, adaptif, dan berdaya saing, sehingga melahirkan dokter yang kompeten, profesional, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

