Berita

Blog Image

Hasil Kerja Sama Riset Ungkap Potensi Energi Terbarukan Gorontalo Diproyeksikan Capai 41,8 Persen Pada 2050

Gorontalo- Provinsi Gorontalo memiliki peluang besar untuk membangun sistem energi yang lebih bersih, beragam, dan mandiri. Hal tersebut terungkap melalui hasil kerja sama riset yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan arah perencanaan energi jangka panjang di Gorontalo.

Penelitian berjudul Data-Driven Energy Planning in Developing Countries: An Integrated LEAP-Machine Learning Approach dilakukan oleh Wahab Musa dan Wrastawa Ridwan dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Hasil riset tersebut diterbitkan dalam Journal of Engineering pada 2026.

Riset ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan pendekatan berbasis data dapat membantu daerah berkembang dalam menyusun perencanaan energi yang lebih akurat. Hal ini penting mengingat keterbatasan data historis dan metode peramalan masih menjadi tantangan dalam memproyeksikan kebutuhan energi jangka panjang.

Padahal, proyeksi kebutuhan dan pasokan energi yang akurat diperlukan untuk menentukan arah pembangunan infrastruktur energi, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta memperkuat ketahanan energi daerah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan sistem Long-range Energy Alternative Planning (LEAP). Pendekatan yang dikenal sebagai HA–LEAP tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemodelan dalam membaca pola data serta menghasilkan proyeksi kebutuhan dan pasokan energi secara lebih akurat.

Gorontalo dipilih sebagai lokasi kajian karena memiliki karakteristik geografis dan sosial ekonomi yang khas. Di sisi lain, wilayah ini juga memiliki potensi sumber energi terbarukan yang beragam, mulai dari tenaga surya, angin, biomassa, tenaga air, hingga panas bumi.

Dalam penelitian tersebut, data energi dan sosial ekonomi dianalisis untuk melihat kemungkinan perkembangan sistem energi Gorontalo dalam rentang waktu 2015 hingga 2050. Data yang digunakan mencakup data statistik, konsumsi energi, kelistrikan, kondisi meteorologi, serta kajian mengenai potensi energi terbarukan di wilayah Gorontalo.

Hasil pemodelan menunjukkan adanya peluang transformasi besar dalam komposisi energi Gorontalo. Porsi energi terbarukan diproyeksikan meningkat dari sekitar 1 persen pada 2015 menjadi 41,8 persen pada 2050.

Sementara itu, ketergantungan terhadap minyak bumi diproyeksikan menurun secara signifikan hingga 83 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa Gorontalo memiliki peluang untuk mengembangkan sistem energi yang lebih beragam melalui peningkatan pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar daerah serta memperkuat ketahanan energi dalam menghadapi gangguan pasokan maupun perubahan harga energi.

Selain memproyeksikan peningkatan energi terbarukan, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kecerdasan buatan mampu meningkatkan akurasi perencanaan energi dibandingkan pendekatan LEAP konvensional. Pendekatan HA–LEAP menghasilkan peningkatan presisi peramalan sebesar 23,7 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI dapat menjadi instrumen penting bagi daerah dengan keterbatasan data dalam menyusun perencanaan energi jangka panjang yang lebih adaptif dan berbasis bukti.

Dari sisi ketahanan energi, penelitian memproyeksikan penurunan ketergantungan energi impor Gorontalo dari 94,3 persen pada 2015 menjadi 45,7 persen pada 2050. Penurunan tersebut didorong oleh pengembangan sumber energi domestik, termasuk energi terbarukan dan bahan bakar nabati.

Diversifikasi sumber energi juga diproyeksikan meningkat sehingga sistem energi Gorontalo menjadi lebih tangguh dan tidak terlalu bergantung pada satu jenis sumber energi.

Transisi menuju energi yang lebih bersih juga berpotensi memberikan dampak positif bagi lingkungan. Skenario transisi energi yang dianalisis dalam penelitian diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon kumulatif hingga 15,7 juta ton CO2-ekuivalen selama periode 2015–2050 dibandingkan skenario tanpa perubahan kebijakan yang signifikan.

Sektor pembangkitan listrik menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengurangan emisi. Sementara itu, sektor transportasi juga memiliki peluang untuk berkontribusi melalui elektrifikasi kendaraan dan peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pembangkit energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan perubahan pola penggunaan energi di berbagai sektor.

Bagi Gorontalo, hasil kerja sama riset ini memberikan gambaran bahwa perencanaan energi masa depan dapat dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan data. Integrasi kecerdasan buatan dengan pemodelan energi memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan memperoleh gambaran mengenai berbagai kemungkinan perkembangan sistem energi sekaligus mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Penelitian Wahab Musa dan Wrastawa Ridwan sekaligus menunjukkan kontribusi akademisi Universitas Negeri Gorontalo dalam menghadirkan pendekatan berbasis teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.

Melalui perencanaan yang tepat dan dukungan teknologi, potensi transformasi energi Gorontalo dapat dipetakan melalui skenario yang terukur. Dengan demikian, proyeksi peningkatan porsi energi terbarukan hingga 41,8 persen pada 2050 menjadi salah satu gambaran peluang Gorontalo untuk bergerak menuju sistem energi yang lebih mandiri, tangguh, dan ramah lingkungan.

Sumber: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/je/3774085