Implementasi Kerja Sama Pendidikan: Dosen Ung Kenalkan Khasiat Ikan Hulu'u Danau Limboto Untuk Penyembuhan Luka Kepada Siswa Sekolah
Gorontalo-Dalam rangka implementasi kerja sama pendidikan antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan SMA Negeri 1 Paguyaman, dosen Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG melaksanakan kegiatan edukasi kepada siswa terkait potensi ikan Hulu'u (Giuris margaritacea) sebagai sumber bahan alam yang berkhasiat dalam mendukung proses penyembuhan luka.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/26) tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya hilirisasi hasil penelitian dan pengenalan kekayaan hayati lokal kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat salah satu sumber daya perairan khas Danau Limboto yang memiliki potensi besar di bidang kesehatan.
Dalam pemaparannya, tim dosen menjelaskan bahwa ikan Hulu'u merupakan ikan lokal yang banyak ditemukan di Danau Limboto dan diketahui memiliki kandungan albumin yang cukup tinggi. Albumin merupakan protein yang berperan penting dalam proses regenerasi jaringan tubuh, membantu mempercepat penyembuhan luka, serta mendukung pemulihan kondisi kesehatan pasien.
Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai hasil kajian ilmiah yang menunjukkan potensi albumin dari ikan Hulu'u dalam membantu proses penyembuhan luka bakar maupun luka terbuka. Selain itu, kandungan protein tersebut juga berpotensi membantu mengurangi peradangan dan mendukung pembentukan jaringan baru selama proses pemulihan.
Ketua tim pengabdian, Apt. Mohomad Aprianto Paneo, M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama pendidikan yang bertujuan mendekatkan dunia akademik dengan lingkungan sekolah melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan berbasis potensi lokal.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan kepada siswa bahwa Gorontalo memiliki sumber daya lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan. Ikan Hulu'u Danau Limboto merupakan salah satu kekayaan daerah yang memiliki kandungan albumin dan berpotensi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, khususnya untuk mendukung proses penyembuhan luka,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan hasil penelitian dan potensi sumber daya lokal kepada siswa penting dilakukan untuk menumbuhkan minat terhadap sains, penelitian, serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kekayaan alam daerahnya sendiri.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, terutama saat membahas hubungan antara kandungan albumin pada ikan Hulu'u dan manfaatnya bagi kesehatan. Berbagai pertanyaan muncul dari siswa terkait proses penelitian, manfaat albumin, hingga peluang pengembangan ikan lokal sebagai produk kesehatan di masa mendatang.
Melalui implementasi kerja sama pendidikan ini, UNG berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan literasi sains serta mendorong pemanfaatan potensi lokal berbasis riset. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa bahwa kekayaan hayati daerah tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber inovasi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

