Sinergi Nyata Kampus Dan Dinkes: Ung Kawal Mutu Magang Mahasiswa Di Lapangan
Gorontalo - Dalam upaya memastikan kualitas pelaksanaan magang mahasiswa, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat sinergi dengan mitra instansi, salah satunya Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Melalui kegiatan monitoring langsung di lapangan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turun langsung untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, Selasa (14/4/2026).
Syarifah Fatimah Setiasih Niode menjelaskan bahwa kegiatan monitoring yang dilakukan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di luar kampus. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar memastikan kehadiran mahasiswa, tetapi juga untuk melihat sejauh mana mereka berkontribusi secara aktif serta memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga aktif berkontribusi dan memperoleh pengalaman yang dapat menunjang kompetensi mereka di dunia kerja,” ujarnya.
Selain melakukan evaluasi terhadap mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga menjalin koordinasi intensif dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Gorontalo terkait perkembangan dan kinerja peserta magang. Koordinasi ini menjadi bagian dari sinergi kampus dan instansi dalam menghimpun masukan konstruktif sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program magang di masa mendatang.
Pihak Dinas Kesehatan Kota Gorontalo menyambut baik kunjungan tersebut serta mengapresiasi kehadiran mahasiswa magang yang dinilai mampu membantu pelaksanaan tugas-tugas di instansi. Kehadiran mahasiswa dianggap memberikan kontribusi nyata, terutama dalam mendukung kegiatan operasional dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kunjungan itu, DPL turut berinteraksi langsung dengan mentor sekaligus supervisor peserta magang, Abdul Rahman Imran, S.K.M., M.KM., MGPH, yang merupakan tenaga promosi kesehatan (promkes) dan ahli ilmu perilaku. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan edukasi kesehatan, khususnya dalam penyusunan materi komunikasi publik serta penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa yang melaksanakan magang menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan kerja. “Mahasiswa cukup aktif dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, terutama dalam mendukung kegiatan promosi kesehatan berbasis komunikasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses pendampingan tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga diarahkan pada pembentukan sikap profesional, etika kerja, serta kemampuan komunikasi yang efektif di lingkungan instansi pemerintah. Dengan adanya monitoring ini, diharapkan peserta magang dapat terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan tanggung jawab selama menjalankan tugas.
Melalui sinergi yang terbangun antara kampus dan instansi mitra, Universitas Negeri Gorontalo berkomitmen untuk terus mengawal mutu pelaksanaan magang mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan instansi mitra.

