Perkuat Ketahanan Pangan: Ung Implementasikan Kerja Sama Melalui Sistem Hidroponik Di Desa Huntu Selatan
Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong implementasi kerja sama melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penerapan teknologi budidaya hidroponik bagi Kelompok Tani Budi Makmur IX di Desa Huntu Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
Program bertajuk “Optimalisasi Usaha Tani melalui Sistem Tanam Hidroponik untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani Budi Makmur IX” tersebut menjadi upaya UNG dalam menghadirkan penerapan pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengembangkan usaha tani yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Hasna Dama, S.P., M.Si., Fatmawaty Damiti, S.Pd., M.SA., dan Dr. Indriati Husain, S.P., M.Si., dengan melibatkan sejumlah mahasiswa sebagai bagian dari tim pelaksana. Program tersebut memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Dalam implementasinya, anggota Kelompok Tani Budi Makmur IX memperoleh sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan mengenai penerapan sistem hidroponik. Pendampingan meliputi pembangunan instalasi hidroponik, teknik budidaya tanaman, pengelolaan nutrisi, pemeliharaan, hingga proses panen.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi kelompok tani dalam mengembangkan kegiatan budidaya dengan pemanfaatan lahan, ruang, dan sumber daya secara lebih efisien. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kemampuan kelompok dalam mengelola sistem produksi secara mandiri.
Penguatan kapasitas tidak hanya dilakukan pada aspek budidaya. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan terkait manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Langkah ini penting agar pengembangan hidroponik tidak berhenti pada penerapan teknologi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang dikelola secara terarah.
Melalui integrasi teknologi dan penguatan kapasitas masyarakat, kelompok tani diharapkan mampu mengoptimalkan produksi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Dalam jangka panjang, pengembangan usaha tani hidroponik juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan masyarakat melalui kegiatan produksi pangan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pada kegiatan monitoring dan evaluasi, Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menegaskan pentingnya memastikan bahwa teknologi yang dihadirkan melalui program pengabdian dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.
“Kami berharap teknologi hidroponik yang diterapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikelola dan dikembangkan oleh kelompok tani. Penguatan keterampilan budidaya, manajemen usaha, dan kelembagaan menjadi penting agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan implementasi kerja sama dan program pengabdian tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam melanjutkan dan mengembangkan inovasi yang telah diberikan.
Dengan demikian, penerapan sistem hidroponik di Desa Huntu Selatan menjadi bagian dari upaya UNG memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat tersebut diharapkan mampu membangun kapasitas kelompok tani sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui pengelolaan yang konsisten, penguatan kelembagaan, serta pendampingan yang berkelanjutan, sistem hidroponik yang dikembangkan bersama Kelompok Tani Budi Makmur IX diharapkan dapat menjadi model pengembangan usaha tani yang produktif dan berkelanjutan di Desa Huntu Selatan.

