Implementasi Kerja Sama: Peneliti Fmipa Ung Berhasil Mengidentifikasi Dan Menganalisis Keanekaragaman Tumbuhan Dari Famili Meliaceae Di Kawasan Wisata Alam Hungayono
Gorontalo- tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo berhasil mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman tumbuhan dari famili Meliaceae di kawasan Wisata Alam Hungayono, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menjadi pencatatan ilmiah pertama yang secara khusus mengkaji kelompok tumbuhan Meliaceae di kawasan wisata tersebut.
Penelitian yang dilakukan oleh Moh Sapitri Bantali, Dewi Wahyuni K. Baderan, dan Melisnawati H. Angio menemukan 10 spesies tumbuhan Meliaceae dengan total 192 individu. Spesies yang paling dominan adalah Lansium domesticum (langsat), diikuti oleh Aglaia sp. dan Didymocheton gaudichaudianus.
Analisis keanekaragaman menggunakan indeks Shannon–Wiener menunjukkan nilai H’ = 1,91, yang termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Nilai ini mengindikasikan bahwa ekosistem kawasan Hungayono berada dalam kondisi cukup stabil, meskipun berada di area yang aktif dikunjungi wisatawan.
Menariknya, penelitian ini juga mengungkap bahwa empat spesies Meliaceae yang ditemukan termasuk dalam kategori konservasi IUCN, yaitu Vulnerable (Rentan), Near Threatened (Hampir Terancam), dan Least Concern. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pengelolaan dan perlindungan kawasan wisata alam agar aktivitas pariwisata tidak mengancam keberlanjutan spesies langka.
Selain inventarisasi spesies, peneliti juga mengukur faktor lingkungan seperti suhu udara (28,3°C), kelembapan (84%), dan pH tanah (6,5). Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan Hungayono merupakan hutan hujan tropis yang sangat mendukung pertumbuhan tumbuhan Meliaceae.
Menurut tim peneliti, hasil studi ini menyediakan data dasar penting bagi pengelolaan keanekaragaman hayati dan dapat menjadi rujukan bagi kebijakan konservasi, pendidikan lingkungan, serta pengembangan ekowisata berkelanjutan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

