Kolaborasi Ung Dan Sekolah Dasar Di Gorontalo: Mahasiswa Kkn-Pk Ung Edukasi Pencegahan Bullying
Gorontalo-Kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan SDN 8 Tabongo dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak diwujudkan melalui kegiatan edukasi pencegahan bullying bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.
Edukasi yang berlangsung pada Rabu (29/7/26) tersebut diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai bullying, dampaknya terhadap kesehatan mental dan proses belajar, serta menumbuhkan budaya saling menghormati dan menghargai di lingkungan sekolah sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung terciptanya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kepala SDN 8 Tabongo, Arifin Muhammad Eyato, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Universitas Negeri Gorontalo melalui program KKN Profesi Kesehatan. Menurutnya, edukasi yang diberikan mahasiswa memberikan bekal pengetahuan penting bagi para siswa agar mampu mengenali berbagai bentuk perundungan sekaligus mencegah terjadinya tindakan bullying di lingkungan sekolah.
"Kami berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran siswa sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai," ujarnya.
Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG Desa Ilomangga, Raihan Pratama Trifandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN bersama pihak sekolah dalam menjawab kebutuhan edukasi kesehatan sosial di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan bullying, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan.
Materi edukasi disampaikan oleh Clarystie Viola Goma yang menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, meliputi bullying fisik, verbal, dan mental atau psikologis, beserta penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya.
Selain memahami karakteristik bullying, para siswa juga diberikan pengetahuan mengenai dampak yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Korban bullying berisiko mengalami penurunan rasa percaya diri, ketakutan, gangguan emosional, hingga kesulitan dalam proses belajar. Sementara itu, pelaku juga dapat menerima konsekuensi berupa sanksi sekolah, kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitar, hingga berpotensi mengulangi perilaku negatif apabila tidak mendapatkan pembinaan yang tepat.
Mahasiswa KKN-PK UNG turut menekankan pentingnya peran saksi atau bystander dalam mencegah terjadinya bullying. Para siswa diajak untuk tidak bersikap pasif ketika menyaksikan tindakan perundungan, melainkan berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, edukasi dilanjutkan dengan simulasi (role play) yang diperankan oleh Disya Fatima Azzahra Gobel bersama sejumlah siswa. Melalui simulasi tersebut diperagakan berbagai situasi yang sering terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus cara merespons tindakan bullying secara tepat, seperti menolak perilaku perundungan, meminta bantuan kepada guru atau orang tua, serta memberikan dukungan kepada korban.
Metode pembelajaran yang interaktif membuat suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga simulasi. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Negeri Gorontalo bersama SDN 8 Tabongo berharap edukasi mengenai pencegahan bullying dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati, peduli, dan menjaga sesama. Program KKN Profesi Kesehatan UNG menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan sekolah.

