Implementasi Kerja Sama Akademik, Ung Kembangkan Inovasi Ten-Jump Model Untuk Pembelajaran Sistem Endokrin
Gorontalo- Implementasi kerja sama akademik yang dijalin Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melahirkan inovasi di bidang pendidikan kesehatan. Melalui kolaborasi pengembangan pembelajaran, tim akademisi UNG menghadirkan inovasi Ten-Jump Model untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa keperawatan terhadap materi sistem endokrin.
Sistem endokrin dikenal sebagai salah satu materi paling kompleks dalam pendidikan keperawatan. Mahasiswa dituntut memahami keterkaitan hormon, organ, dan respons tubuh manusia yang saling berhubungan. Tidak jarang, mahasiswa mengalami kesulitan mengaitkan teori dengan praktik klinis, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan motivasi belajar.
Menjawab tantangan tersebut, melalui implementasi kerja sama akademik, tim dosen UNG mengembangkan Ten-Jump Model sebagai pengembangan dari metode Problem-Based Learning (PBL), khususnya Seven Jump Model yang selama ini telah digunakan. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan baru ini mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan kemandirian belajar mahasiswa secara signifikan.
Dari Seven Jump ke Ten Jump
Selama ini, Seven Jump Model membantu mahasiswa melatih berpikir kritis melalui diskusi kasus. Namun, evaluasi akademik menunjukkan adanya keterbatasan dalam memperdalam pemahaman konseptual, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kreativitas mahasiswa.
Ten-Jump Model hadir dengan menambahkan tahapan pembelajaran yang lebih sistematis, interaktif, dan berbasis teknologi. Model ini tidak hanya mendorong mahasiswa menganalisis masalah, tetapi juga mengamati, meniru, mendokumentasikan, serta merefleksikan proses belajar melalui media digital seperti video pembelajaran dan penyimpanan daring.
Pendekatan ini selaras dengan arah transformasi pendidikan keperawatan modern yang menuntut lulusan memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Diuji Langsung di Kelas Keperawatan
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama akademik, penelitian ini melibatkan mahasiswa keperawatan UNG dan dikembangkan menggunakan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model pembelajaran diuji secara bertahap dan dievaluasi melalui hasil belajar, aktivitas mahasiswa, serta respons selama proses pembelajaran berlangsung.
Hasilnya menunjukkan peningkatan konsisten pada nilai akademik, kualitas diskusi, dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Nilai pemahaman meningkat secara signifikan setelah penerapan Ten-Jump Model, disertai peningkatan motivasi dan kemandirian belajar.
Mahasiswa tidak lagi menerima materi secara pasif, melainkan aktif mengeksplorasi konsep sistem endokrin melalui diskusi kasus, simulasi keperawatan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Lebih dari Sekadar Nilai Akademik
Keunggulan Ten-Jump Model tidak hanya tercermin dari peningkatan hasil ujian. Model ini juga membentuk sikap profesional mahasiswa, seperti kemampuan kerja sama tim, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi situasi klinis nyata.
Dalam pembelajaran sistem endokrin, mahasiswa dilatih mengaitkan teori hormon dengan praktik asuhan keperawatan, pengambilan keputusan klinis, serta edukasi pasien. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Potensi Implementasi Lebih Luas
Berdasarkan hasil penelitian, Ten-Jump Model dinilai valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam pendidikan keperawatan. Model ini berpotensi diimplementasikan tidak hanya pada materi sistem endokrin, tetapi juga pada mata kuliah lain yang bersifat kompleks dan berbasis kasus.
Implementasi kerja sama akademik ini menjadi bagian dari kontribusi UNG dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia, yang menekankan pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter dan kompetensi lulusan.
Ke depan, pengembangan lanjutan diharapkan dapat memperluas penerapan Ten-Jump Model di berbagai institusi dan bidang ilmu lain. Inovasi ini menegaskan komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan keperawatan yang lebih adaptif, relevan, dan siap menjawab tantangan dunia kesehatan modern.
Sumber: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/2331186X.2025.2451485

