Berita

Blog Image

Perkuat Kerja Sama Daerah: Ung Resmi Lepas 292 Mahasiswa Kkn Tematik Dan Kkn Berdampak 2026

Gorontalo - Dalam upaya memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menggelar kegiatan Coaching serta Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik Periode 1 dan KKN Berdampak Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 4 Rektorat UNG ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan yang mewakili Rektor UNG untuk melepas secara resmi para mahasiswa menuju lokasi pengabdian, Senin (6/4/2026).

Selama kurang lebih 45 hari ke depan, para mahasiswa akan menetap di desa-desa lokasi penugasan untuk menjalankan berbagai program pengabdian. Fokus utama KKN tahun ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kemandirian kesehatan serta penguatan ketahanan pangan lokal, yang diharapkan mampu mendukung program prioritas pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mohammad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia berharap para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah penempatan.

Pada periode ini, UNG menerjunkan total 292 mahasiswa yang terbagi dalam dua kategori program utama, yakni KKN Tematik yang diikuti oleh 226 mahasiswa dari berbagai program studi strategis, serta KKN Berdampak yang diikuti oleh 66 mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi. Para mahasiswa tersebut akan mengabdi di 26 desa yang tersebar di 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo, sebagai bagian dari implementasi kerja sama antara UNG dan pemerintah daerah setempat.

Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, S.Kom., M.Kom., Ph.D, menjelaskan bahwa program KKN tahun ini dirancang untuk semakin memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui pembekalan yang diberikan, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan mental serta program kerja yang matang sebelum terjun langsung ke lapangan.

"Kami menitipkan para mahasiswa ini untuk berkolaborasi aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kerja sama ini menjadi kunci agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga," ungkapnya.

Melalui pelaksanaan KKN Tematik dan KKN Berdampak Tahun 2026, UNG berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan tugas akademik, tetapi juga sebagai wujud nyata penguatan kerja sama daerah dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.