Ung Perkuat Peran Akademisi Dalam Penanggulangan Bencana Melalui Kolaborasi Dengan Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana Provinsi Gorontalo
Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat peran akademisi dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di daerah melalui keterlibatannya dalam Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) Provinsi Gorontalo,Kamis (11/6/26). Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif akademisi UNG pada Rapat Koordinasi Tim JITUPASNA yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung di Zarona Coffee & Eatery, Kota Gorontalo, menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun kebutuhan pemulihan pascabencana secara terintegrasi dan berbasis data. Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi Tim JITUPASNA sebelumnya sekaligus respons terhadap sejumlah kejadian bencana yang terjadi di Provinsi Gorontalo dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam kegiatan tersebut, UNG diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Kebencanaan Pusat Studi Kedokteran, Kesehatan, dan Kebencanaan LPPM UNG, bersama Ketua Pusat Studi Kedokteran, Kesehatan, dan Kebencanaan LPPM UNG, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D. Kehadiran kedua akademisi tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penyusunan kebijakan dan program pemulihan pascabencana berbasis kajian ilmiah.
Keterlibatan UNG dalam Tim JITUPASNA merupakan implementasi dari kerja sama yang telah terjalin antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana. Melalui dukungan sumber daya akademik, penelitian, serta keahlian multidisiplin yang dimiliki, UNG berperan memberikan masukan ilmiah dalam proses identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, pemetaan dampak bencana, hingga penyusunan rekomendasi pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Menurut Dr. Zuhriana K. Yusuf, keterlibatan akademisi dalam tim pengkajian kebutuhan pascabencana sangat penting untuk memastikan setiap rekomendasi yang dihasilkan didasarkan pada data dan analisis yang objektif. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, proses pemulihan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat yang terdampak bencana.
Partisipasi UNG juga mencerminkan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang erat dengan BPBD Provinsi Gorontalo dan berbagai pihak terkait, UNG berupaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Melalui forum koordinasi ini, UNG menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran strategis dalam berbagai program kebencanaan, baik pada tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana. Dengan dukungan keilmuan, riset, dan pengalaman para akademisinya, UNG siap menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gorontalo.

