Unair Dan Ung Tandatangani Mou: Perkuat Reputasi Global Melalui Double Degree Dan Kolaborasi Akademik
Surabaya-Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat komitmen untuk mengembangkan kerja sama akademik melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas kolaborasi antarkedua perguruan tinggi sekaligus mendukung penguatan reputasi global UNG melalui pengembangan program joint double degree, studi fast track, kolaborasi riset, dan program menulis.
Penandatanganan MoU berlangsung di Universitas Airlangga, Kamis (3/9/26), dan menjadi momentum strategis bagi kedua perguruan tinggi untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada berbagai bidang akademik.
Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menegaskan bahwa ruang kerja sama antara UNAIR dan UNG tidak hanya terbatas pada bidang kedokteran, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai fakultas dan program studi.
“Tidak hanya FK sebenarnya, ada fakultas-fakultas lain kita bisa bekerja sama. Yang kemarin kita sudah menjajaki berdasarkan omongan kita, Bapak Rektor. Itu ada Fakultas Ekonomi dan program magister. Ada Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Science Manajemen dan sebagainya. Yang mungkin ke depannya bisa kita kerjasamakan,” ungkapnya.
Menurut Prof. Muhammad Madyan, salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah program double degree. Menurutnya, program tersebut tidak harus selalu melibatkan perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga dapat dikembangkan antarp erguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi nasional.
“Kerja sama ini mungkin saya mengharapkan ada double degree, misalnya. Jadi double degree itu tidak hanya antara universitas di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, dengan di luar negeri. Tetapi kita juga untuk menginisiasi double degree ini perlu juga kita double degree antar sesama universitas yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, UNAIR menyatakan komitmennya untuk turut mendukung UNG dalam membangun reputasi global melalui pengembangan joint double degree. Program ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di dua institusi, memperluas jejaring, serta meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan.
Tidak hanya mahasiswa, kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas dosen dan sivitas akademika melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, serta pengembangan jejaring kerja sama antarlembaga.
Selain joint double degree, kedua perguruan tinggi juga membuka peluang pengembangan studi fast track, yakni jalur percepatan pendidikan dari jenjang sarjana (S1) menuju magister (S2). Skema tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister secara lebih efisien sekaligus memperkuat kesinambungan pengembangan sumber daya manusia di UNG.
Pada bidang penelitian, UNAIR dan UNG berkomitmen memperluas peluang kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, pengembangan publikasi, serta peningkatan kapasitas dosen dan peneliti.
Kolaborasi riset diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memperluas kontribusi kedua perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat serta memperkuat posisi UNG dalam jejaring akademik nasional dan global.
Dukungan UNAIR terhadap penguatan kapasitas akademik UNG juga diwujudkan melalui tawaran program menulis. Program yang menjadi bagian dari dukungan kelembagaan atau corporate social responsibility (CSR) UNAIR tersebut diarahkan untuk membantu sivitas akademika UNG meningkatkan kemampuan menulis akademik, menghasilkan publikasi ilmiah, serta memproduksi karya pengetahuan yang memiliki daya jangkau lebih luas.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan visibilitas akademik UNG sekaligus menjadi salah satu bagian dari strategi membangun reputasi institusi di tingkat nasional maupun global.
Prof. Muhammad Madyan menyampaikan bahwa kehadiran jajaran UNG di Universitas Airlangga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan kedua perguruan tinggi.
“Kolaborasi antarperguruan tinggi ini menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas melalui sinergi dan kekuatan bersama. Penandatanganan MoU atau perjanjian kerja sama antara Universitas Airlangga dengan Universitas Negeri Gorontalo hari ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa UNAIR merupakan salah satu contoh perguruan tinggi yang berhasil menjalankan proses transformasi hingga tumbuh dan berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang kuat.
“Kalau mau bicara tentang transformasi perguruan tinggi, bagaimana dia tumbuh berkembang menjadi besar, itu salah satu contoh yang paling baik adalah Airlangga,” ujar Prof. Eduart Wolok.
Menurut Prof. Eduart, perjalanan transformasi UNAIR menjadi pembelajaran penting bagi UNG. Karena itu, pengalaman dan praktik baik yang dimiliki UNAIR diharapkan dapat dibagikan melalui berbagai bentuk kerja sama, baik dalam pengembangan program akademik, penelitian, publikasi maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Airlangga berubah dengan prosesnya sendiri. Tentu suatu hal yang tidak bisa disimpan sendiri oleh Airlangga,” tuturnya.
Prof. Eduart menegaskan bahwa UNG menyadari pentingnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan UNAIR menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung proses pengembangan UNG.
“Kami tahu kami harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kami dan MoU hari ini tentu menjadi sarana dan upaya kami untuk mewujudkan itu,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama yang dimulai melalui penandatanganan MoU tersebut dapat menjadi langkah awal bagi UNG untuk terus tumbuh dan berkembang, termasuk melalui dukungan UNAIR dalam memperkuat reputasi global UNG.
“InsyaAllah saya berharap betul apa yang kita rintis, kita mulai hari ini akan menjadi awal Airlangga membantu UNG untuk terus tumbuh,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU antara UNAIR dan UNG menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik yang lebih luas. Melalui pengembangan joint double degree, fast track S1–S2, kolaborasi riset dan publikasi, serta program menulis, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan daya saing sivitas akademika, dan mendukung upaya UNG dalam membangun reputasi global.

