Implementasi Kerja Sama Pendidikan: Dosen Ung Bantu Siswa Smp Teluk Tomini Kuasai Pelafalan Bahasa Inggris Lewat Metode Repetition Drill
Gorontalo - Upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa terus dilakukan melalui implementasi kerja sama pendidikan antara perguruan tinggi dan sekolah. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan metode pembelajaran repetition drill untuk membantu siswa sekolah menengah pertama di kawasan Teluk Tomini meningkatkan kemampuan pelafalan bahasa Inggris.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim akademisi dari Fakultas Sastra dan Budaya UNG yang terdiri dari Rahman Taufqrianto Dako, Rusni Podungge, dan Haris Danial. Program tersebut bertujuan membantu siswa memahami serta melafalkan bunyi-bunyi bahasa Inggris secara lebih tepat melalui teknik pembelajaran repetition drill atau latihan pengulangan, Jumat (13/3/2026).
Program implementasi kerja sama pendidikan ini dilaksanakan pada siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Kota Gorontalo. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa dilatih mengucapkan bunyi-bunyi frikatif bahasa Inggris yang selama ini sering menjadi tantangan bagi pelajar Indonesia karena perbedaan sistem bunyi antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Untuk membantu siswa memahami perbedaan bunyi tersebut, tim dosen memadukan metode repetition drill dengan penggunaan minimal pairs, yaitu pasangan kata yang memiliki perbedaan bunyi tipis. Melalui latihan pengulangan secara terarah, siswa dapat membedakan sekaligus mempraktikkan pelafalan bunyi frikatif dengan lebih akurat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti latihan pelafalan. Mereka aktif mengulang kata, menirukan contoh pengucapan yang diberikan, serta mencoba membedakan bunyi melalui berbagai pasangan kata yang disediakan oleh tim pengajar.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode repetition drill yang dipadukan dengan latihan minimal pairs mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam melafalkan bunyi-bunyi frikatif bahasa Inggris. Pada tahap awal, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan bunyi tertentu, namun melalui latihan yang berulang mereka mulai mampu mengucapkan dan membedakan bunyi tersebut dengan lebih tepat.
Selain meningkatkan keterampilan pelafalan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Metode latihan yang aktif membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan sehingga siswa tidak mudah bosan selama kegiatan berlangsung.
Melalui implementasi kerja sama pendidikan ini, UNG menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah, khususnya dalam penguatan kemampuan bahasa Inggris siswa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan agar kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat semakin luas, terutama bagi pelajar di wilayah sekitar Teluk Tomini.

