Berita

Blog Image

Wujud Nyata Kerja Sama: Dosen Ung Bangun Masa Depan Anak Pesisir Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Laut

Gorontalo-Implementasi kerja sama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan berbagai mitra dalam penguatan pendidikan terus diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama tersebut ditunjukkan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya UNG melalui kegiatan Edutainment Bahari di SMP Negeri 3 Satu Atap Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone. Program ini menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang memanfaatkan potensi bahari sebagai media belajar, sekaligus menjadi upaya membangun masa depan generasi muda di kawasan pesisir.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026 tersebut melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual, para siswa diajak mempelajari bahasa Inggris dengan mengaitkan materi pembelajaran pada lingkungan yang mereka kenal sehari-hari, sehingga proses belajar menjadi lebih dekat, menarik, dan bermakna.

Ketua tim pengabdian, Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A., bersama anggota tim Nurlaila Husain, S.S., M.Pd., Sri Widyarti Ali, S.Pd., M.Hum., dan Rahmawaty Mamu, S.Pd., M.Pd., mengembangkan konsep pembelajaran berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan kekayaan bahari Teluk Tomini sebagai sumber belajar. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperkaya kosakata bahasa Inggris, tetapi juga semakin mengenal kekayaan alam pesisir yang menjadi bagian dari identitas daerah mereka.

Pembelajaran dikemas menggunakan metode Game-Based Learning melalui media Marine Flash-Card dwibahasa. Beragam aktivitas interaktif, mulai dari menebak gambar biota laut, mencocokkan kosakata, hingga menyusun kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme siswa sekaligus membangun kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris.

Menurut tim dosen, tantangan utama dalam pembelajaran bahasa asing bukan hanya terletak pada penguasaan materi, tetapi juga keberanian siswa untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran yang dikemas melalui permainan edukatif menjadi strategi efektif untuk menghilangkan rasa takut, meningkatkan partisipasi, serta mendorong siswa lebih percaya diri dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Sebagai bentuk komitmen agar manfaat program terus berlanjut, tim dosen juga menghibahkan seluruh paket Marine Flash-Card kepada SMP Negeri 3 Satu Atap Botubarani. Bantuan media pembelajaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan guru dalam proses belajar mengajar sehingga inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan di sekolah.

Program Edutainment Bahari menjadi bukti bahwa implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata. Tanpa memerlukan teknologi yang kompleks, pembelajaran dapat dirancang secara kreatif dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, pendekatan ini juga menumbuhkan kesadaran siswa terhadap potensi wisata bahari dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Melalui program ini, Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat melalui implementasi kerja sama yang berorientasi pada kebutuhan daerah. Dengan menghubungkan pembelajaran bahasa Inggris dan kekayaan laut, dosen UNG tidak hanya membantu meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap potensi lokal sebagai bekal untuk menghadapi persaingan global.

Di kawasan pesisir seperti Botubarani, membangun masa depan generasi muda dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar, yakni menjadikan laut sebagai ruang belajar yang menginspirasi lahirnya generasi yang cakap berbahasa Inggris, mencintai daerahnya, dan siap menjadi bagian dari masyarakat global.