Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama, Bnn Dan Densus 88 Edukasi Mahasiswa Fk Ung Tentang Bahaya Narkoba Dan Terorisme

Gorontalo-Upaya implementasi kerja sama lintas sektor dalam memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkoba dan terorisme terus digencarkan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Densus 88 Antiteror Polri kepada mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam membangun kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa. Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menekankan pada peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta menangkal penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Hadir sebagai narasumber dari BNN Kota Gorontalo, Mulyati Imran selaku Ketua Tim Pencegahan bersama Fivin Fadliyah Ishak, yang memaparkan pentingnya implementasi program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba). Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa program ini merupakan strategi nasional yang harus diinternalisasikan di lingkungan kampus guna menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan mahasiswa.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari dampak medis akibat penggunaan narkoba, konsekuensi sosial yang ditimbulkan, hingga sanksi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku penyalahgunaan. Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya narkoba secara menyeluruh.

Sementara itu, dari Densus 88 Mabes Polri, Rian Reynaldi Dama menyampaikan materi terkait ancaman terorisme dan penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap infiltrasi ideologi ekstrem apabila tidak dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang wawasan kebangsaan dan nilai-nilai toleransi.

Dalam konteks ini, edukasi anti-terorisme menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama yang bertujuan menjaga stabilitas keamanan nasional. Mahasiswa didorong untuk lebih kritis dalam menyaring informasi serta aktif berperan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif.

Dari pihak fakultas, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Vivien Novarina A. Kasim, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Zuhriana K. Yusuf, Koordinator Program Studi Profesi Dokter, Sri Andriani Ibrahim, serta Kepala Subbagian FK UNG, Suratin Kama. Kehadiran pimpinan fakultas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan institusi terhadap penguatan karakter dan wawasan kebangsaan mahasiswa.

Melalui implementasi kerja sama ini, diharapkan mahasiswa FK UNG tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki integritas, kesadaran hukum, serta tanggung jawab sosial dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan menangkal paham terorisme di lingkungan masyarakat.