Berita

Blog Image

Mahasiswa Kkn-Pk Ung Kolaborasi Dengan Kpa Berikan Edukasi Hiv/Aids Dan Ims Kepada Masyarakat Desa Datahu

Gorontalo-Sebagai bentuk implementasi kolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menyelenggarakan Edukasi HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi masyarakat Desa Datahu. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Datahu pada Jumat (31/7/26) tersebut diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari masyarakat setempat.

Kegiatan edukasi merupakan bagian dari program kerja Mahasiswa KKN-PK UNG Tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui penyampaian informasi yang akurat, ilmiah, dan mudah dipahami. Melalui kolaborasi dengan KPA, mahasiswa menghadirkan narasumber Franky Adam, S.Sos., yang memberikan materi mengenai HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), serta langkah-langkah pencegahannya.

Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Datahu, Rafly Ramadhani Kurnia, mengatakan bahwa kolaborasi bersama KPA menjadi upaya nyata dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, KPA, dan Pemerintah Desa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap HIV/AIDS dan IMS sehingga dapat mendorong perilaku hidup sehat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), khususnya Bapak Franky Adam, S.Sos., yang telah berkenan hadir memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Datahu. Melalui kolaborasi ini kami berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS, mengetahui cara pencegahannya, serta semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan," ujar Rafly.

Sementara itu, Kepala Dusun Lalunga, Riston Mutaha, yang mewakili Pemerintah Desa Datahu, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Desa yang sedang kurang sehat. Ia memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Mahasiswa KKN-PK UNG dan KPA dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga melalui edukasi ini masyarakat semakin memahami HIV/AIDS sehingga mampu menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari berbagai risiko penyakit," ungkapnya.

Dalam penyampaian materi, Franky Adam, S.Sos., mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN-PK UNG yang menggandeng KPA untuk mengedukasi masyarakat mengenai HIV/AIDS dan IMS. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum memperoleh informasi yang benar mengenai HIV/AIDS.

"Kami mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo yang telah berkolaborasi dengan KPA menghadirkan edukasi HIV/AIDS di Desa Datahu. Edukasi seperti ini penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sehingga tidak mudah percaya pada informasi yang keliru, mampu menerapkan perilaku hidup sehat, serta bersama-sama menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV)," jelas Franky.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan antara Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV dijelaskan sebagai virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjut akibat infeksi HIV yang menyebabkan menurunnya kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai jalur penularan HIV yang hanya terjadi melalui darah yang terkontaminasi, hubungan seksual berisiko, serta penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Selain itu, masyarakat memperoleh penjelasan mengenai tahapan infeksi HIV, gejala pada stadium lanjut, serta pentingnya melakukan pemeriksaan HIV sebagai satu-satunya cara untuk mengetahui status infeksi secara pasti.

Tidak hanya membahas penularan, narasumber turut meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. Franky Adam menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, berbagi peralatan makan, maupun menggunakan fasilitas umum yang sama.

Sebagai langkah pencegahan, peserta diperkenalkan pada prinsip ABCD, yaitu Abstinence (menghindari hubungan seksual berisiko), Be Faithful (setia kepada satu pasangan), Condom (menggunakan kondom pada hubungan seksual berisiko), dan Don't Inject Drugs (tidak menggunakan narkoba suntik maupun berbagi jarum suntik). Masyarakat juga diajak untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) serta menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memahami HIV/AIDS dan IMS. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan HIV.

Melalui kolaborasi antara Mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), diharapkan masyarakat Desa Datahu semakin memiliki pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS dan IMS, mampu menerapkan perilaku hidup sehat, meningkatkan kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma terhadap Orang dengan HIV.