Magang Berdampak 2026 Jadi Wadah Penguatan Kerja Sama Ung Dengan Instansi Mitra
Gorontalo-Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan Diseminasi Magang Berdampak Tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan implementasi kerja sama antara UNG dengan berbagai instansi mitra. Kegiatan ini menjadi ajang bagi 40 mahasiswa peserta magang untuk mempresentasikan pengalaman, hasil pembelajaran, serta kontribusi yang telah mereka berikan selama menjalani magang di sejumlah instansi pemerintah, Jumat (10/7/26).
Diseminasi tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian program magang, tetapi juga mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi mitra dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kerja sama ini, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar secara langsung di lingkungan profesional sekaligus berkontribusi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi instansi tempat mereka magang.
Ketua Jurusan Akuntansi FEB UNG, Dr. Tri Handayani Amaliah, S.E., Ak., M.Si., menjelaskan bahwa sebelum diterjunkan ke lokasi magang, seluruh mahasiswa telah mengikuti berbagai tahapan persiapan, mulai dari coaching hingga pembekalan. Tahapan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, etika profesi, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja.
"Diseminasi ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Tidak hanya menyampaikan pengalaman selama magang, tetapi juga menjadi media refleksi atas kompetensi yang telah diperoleh serta kontribusi yang diberikan di instansi mitra," ujarnya.
Program Magang Berdampak dilaksanakan selama lima bulan dengan penempatan mahasiswa pada sejumlah instansi pemerintah yang menjadi mitra strategis UNG, antara lain Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Provinsi Gorontalo, Inspektorat Kota Gorontalo, Inspektorat Kabupaten Gorontalo, serta Inspektorat Kabupaten Bone Bolango. Kemitraan tersebut menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengakuan pembelajaran dalam bentuk konversi sebesar 20 SKS. Konversi dilakukan berdasarkan kesesuaian aktivitas yang dijalankan mahasiswa selama magang dengan capaian pembelajaran mata kuliah pada Kurikulum Jurusan Akuntansi.
Adapun mata kuliah yang dikonversi meliputi Penilaian Aset, Etika Bisnis dan Profesi Akuntan, Spreadsheet Perencanaan Pajak, Audit Internal, serta Manajemen Risiko. Seluruh mata kuliah tersebut dinilai selaras dengan pengalaman praktik yang diperoleh mahasiswa selama berada di instansi mitra sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berbasis pengalaman nyata.
Menurut Tri Handayani Amaliah, implementasi Magang Berdampak tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama UNG dengan instansi mitra dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta integritas dalam menjalankan tugas profesional.
"Kami berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama lima bulan magang dapat menjadi bekal yang kuat dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sinergi yang terbangun dengan berbagai instansi mitra juga diharapkan terus berlanjut sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di Jurusan Akuntansi," tambahnya.
Melalui pelaksanaan Diseminasi Magang Berdampak Tahun 2026, Jurusan Akuntansi FEB UNG kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan berbagai instansi sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan. Program ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang berkelanjutan dalam mencetak lulusan yang profesional, kompeten, adaptif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

