Implementasi Program Kerja Sama Pendidikan, Mahasiswa Ung Bantu Tekan Angka Putus Sekolah Di Smpn 3 Suwawa
Gorontalo - Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo yang tergabung dalam program UNG Mengajar melaksanakan kegiatan home visit di SMPN 3 Suwawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama pendidikan sekaligus upaya proaktif dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka putus sekolah di daerah.
Kegiatan home visit ini dilakukan secara langsung oleh mahasiswa BK UNG sebagai bentuk pendekatan layanan bimbingan konseling di luar lingkungan sekolah, Jumat (10/4/2026). Menurut Fendy, mahasiswa BK yang terlibat dalam kegiatan tersebut, home visit memiliki tiga tujuan utama, yaitu mengunjungi siswa dengan tingkat kehadiran rendah atau sering alfa, melakukan konsultasi dengan orang tua terkait perkembangan anak, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa tidak masuk sekolah.
“Melalui kunjungan langsung ke rumah siswa, kami dapat memahami kondisi sebenarnya yang dialami peserta didik, baik dari sisi keluarga maupun lingkungan. Hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat,” ujar Fendy.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNG, Elya Nusantari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa yang dinilai strategis dan menyentuh langsung akar permasalahan pendidikan.
“Kegiatan ini sangat strategis karena langsung menyentuh akar masalah. Dengan pendekatan humanis dan kolaborasi bersama orang tua, kita dapat memutus rantai putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, LPMPP UNG terus mendorong pelaksanaan program pengabdian masyarakat seperti ini sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga harus menjadi agen perubahan di masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan home visit ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan orang tua dalam menekan angka putus sekolah di wilayah Suwawa.

