Implementasi Kerja Sama: Kkn-Pk Ung Desa Buhu Hadirkan Kalpintar Bumil Untuk Deteksi Dini Risiko Kehamilan Dan Pendampingan Psikologis
Gorontalo-Implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) dengan pemerintah dan masyarakat Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, diwujudkan melalui penguatan edukasi kesehatan ibu hamil. Salah satu bentuk implementasinya dilakukan melalui pemanfaatan KALPINTAR Bumil (Kalender Pintar Kehamilan) sebagai media edukasi dan pemantauan kehamilan untuk mendukung deteksi dini risiko kehamilan sekaligus pendampingan psikologis bagi ibu hamil.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Posyandu pada Sabtu, (15/8/26), bertempat di Aula Kantor Desa Buhu. Kegiatan diikuti oleh ibu hamil dan kader kesehatan serta turut dihadiri Sekretaris Desa Buhu, Febrianti Lajambar, S.Pd.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK UNG tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong penerapan media yang dapat digunakan masyarakat secara praktis dalam melakukan pemantauan kehamilan. KALPINTAR Bumil diperkenalkan sebagai salah satu inovasi edukatif yang membantu ibu hamil memahami perkembangan kehamilan, mengenali faktor risiko, serta mengetahui tanda-tanda bahaya yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan tenaga kesehatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Desa Buhu, Febrianti Lajambar, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa KKN-PK UNG dalam memberikan edukasi dan menghadirkan media pembelajaran yang mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, media edukasi seperti KALPINTAR Bumil dapat membantu ibu hamil memperoleh informasi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memantau kondisi kehamilan. Hal tersebut menjadi penting mengingat terdapat ibu hamil di Desa Buhu yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi, termasuk yang berkaitan dengan faktor usia.
Dengan adanya KALPINTAR Bumil, ibu hamil diharapkan semakin memahami kondisi kehamilannya, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, serta mampu mengenali langkah yang perlu dilakukan ketika ditemukan tanda-tanda bahaya selama kehamilan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PK UNG memberikan edukasi mengenai kesehatan ibu hamil, faktor-faktor risiko kehamilan, serta tanda bahaya yang perlu dikenali sejak dini. Materi disampaikan secara komunikatif dengan melibatkan kader kesehatan dan ibu hamil sehingga informasi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan dalam pemantauan kehamilan sehari-hari.
Selain aspek kesehatan fisik, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis ibu hamil. Mahasiswa memberikan edukasi dan pendampingan mengenai berbagai permasalahan psikologis yang dapat muncul selama masa kehamilan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong ibu hamil agar memiliki kesiapan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun psikologis, dalam menjalani masa kehamilan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa KKN-PK UNG menggunakan media audiovisual melalui pemutaran video edukasi. Video tersebut memuat materi mengenai tata cara pengisian KALPINTAR Bumil, deteksi dini risiko kehamilan, serta pengenalan dan pemantauan tanda-tanda bahaya selama kehamilan.
Pemanfaatan media audiovisual memberikan gambaran yang lebih praktis kepada peserta mengenai penggunaan KALPINTAR Bumil. Dengan demikian, ibu hamil dan kader kesehatan tidak hanya memperoleh informasi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai cara menerapkannya dalam proses pemantauan kehamilan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait risiko kehamilan, tanda-tanda bahaya, penggunaan KALPINTAR Bumil, hingga kondisi psikologis yang dapat dialami selama masa kehamilan. Sesi tersebut menjadi ruang interaksi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan ibu hamil untuk memperkuat pemahaman serta membahas kondisi yang dihadapi masyarakat.
Melalui implementasi kerja sama ini, KKN-PK UNG turut mendorong penguatan peran ibu hamil dan kader kesehatan dalam melakukan pemantauan kehamilan secara berkelanjutan. Pengetahuan mengenai faktor risiko dan tanda bahaya diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan deteksi lebih awal terhadap kondisi yang membutuhkan perhatian, sehingga ibu hamil dapat segera berkonsultasi dan memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan.
Kehadiran KALPINTAR Bumil juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif dan mudah diterapkan di tingkat desa. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK UNG, pemerintah desa, kader kesehatan, dan ibu hamil diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan edukasi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko selama kehamilan.
Melalui edukasi, pendampingan psikologis, serta pemanfaatan KALPINTAR Bumil, implementasi kerja sama KKN-PK UNG di Desa Buhu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat deteksi dini risiko kehamilan sekaligus mendukung terciptanya layanan kesehatan ibu yang lebih responsif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

