Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama: Mahasiswa Ung Asah Skill Penyuluhan Lewat Program Magang

Gorontalo– Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja melalui Program Magang Berdampak. Sebanyak enam mahasiswa resmi diantar untuk menjalani magang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabila (19/01/2026).

Pengantaran mahasiswa dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Asda Rauf, M.Si., bersama Yanti Saleh, S.P., M.Pd. dan Yuriko Boekoesoe, S.P., M.Si. Rombongan UNG disambut hangat oleh Suwandi Said, S.ST, perwakilan BPP Kabila, yang menegaskan kesiapan instansi dalam memberikan bimbingan dan pengalaman nyata bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Suwandi Said menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNG kepada BPP Kabila sebagai mitra magang. Ia berharap mahasiswa dapat aktif terlibat dalam kegiatan penyuluhan, pendampingan petani, serta program pertanian yang sedang berjalan di wilayah Kabila.Sementara itu, Dr. Asda Rauf menekankan bahwa Magang Berdampak merupakan sarana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu agribisnis secara langsung di lapangan. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami praktik penyuluhan dan dinamika pembangunan pertanian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Yanti Saleh yang menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi. Sedangkan Yuriko Boekoesoe menambahkan bahwa interaksi langsung dengan petani akan memperkaya wawasan mahasiswa tentang kondisi pertanian daerah.Selama program berlangsung, mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pendampingan kelompok tani, pengumpulan data pertanian, penyuluhan lapangan, hingga kegiatan administrasi di BPP Kabila.

Program Magang Berdampak ini tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi BPP Kabila dan masyarakat sekitar. Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja relevan, BPP Kabila mendapat dukungan tenaga muda kreatif, dan UNG memperkuat perannya dalam mencetak lulusan berdaya saing. Dengan terlaksananya pengantaran ini, kerja sama antara UNG dan BPP Kabila diharapkan terus berlanjut dalam pengembangan sumber daya manusia, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, kegiatan magang ini menjadi bagian penting dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan pemerintah. Melalui program ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar di luar kelas, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami tantangan nyata di sektor pertanian. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.

BPP Kabila sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan pertanian di wilayah Bone Bolango. Sebagai pusat penyuluhan, BPP menjadi tempat bagi petani untuk mendapatkan informasi, pendampingan, dan solusi atas berbagai permasalahan pertanian. Kehadiran mahasiswa magang diharapkan dapat memperkuat kegiatan penyuluhan, sekaligus memberikan perspektif baru dari generasi muda yang kreatif dan inovatif.

Mahasiswa yang mengikuti program ini akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari memahami kondisi sosial ekonomi petani, mengidentifikasi masalah produksi, hingga memberikan rekomendasi solusi berbasis ilmu agribisnis. Tantangan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, kritis, dan adaptif terhadap perubahan.

Dengan adanya kolaborasi ini, UNG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa Agribisnis UNG diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berdaya saing, berkarakter, dan siap mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.