Berita

Blog Image

Mahasiswa Ung Hadirkan Pelatihan Analisis Cerpen Di Sma Negeri 1 Telaga Dalam Implementasi Kerja Sama Pendidikan

Gorontalo-Pembelajaran sastra yang menarik dan aplikatif kembali dihadirkan melalui kegiatan Pelatihan Teknik Menganalisis Unsur-Unsur Karya Sastra Cerpen yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Telaga. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama pendidikan yang melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia) semester 6, bersama pihak sekolah, Selasa (27/04/2026).

Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XI-5, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, dosen pengampu mata kuliah Kajian Fiksi, serta mahasiswa Bastrasia. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menganalisis unsur-unsur pembangun cerpen, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Dengan pendekatan interaktif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat serta apresiasi siswa terhadap karya sastra.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pengampu mata kuliah Kajian Fiksi, Dr. Herson Kadir, M.Pd., yang menekankan pentingnya kemampuan analisis dalam memahami makna mendalam sebuah karya sastra. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh guru Bahasa Indonesia, Titin, S.Pd., yang memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran inovatif dan menyenangkan di lingkungan sekolah.

Memasuki sesi inti, mahasiswa memaparkan materi mengenai teknik menganalisis unsur-unsur cerpen, meliputi tema, alur, tokoh, latar, amanat, serta faktor-faktor ekstrinsik yang memengaruhi lahirnya karya sastra. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi melalui tanya jawab. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang belum dipahami, sementara mahasiswa juga mengajukan pertanyaan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Untuk meningkatkan antusiasme, mahasiswa memberikan reward kepada siswa yang aktif bertanya maupun menjawab, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penutup rangkaian pelatihan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu memahami struktur cerpen, tetapi juga dapat mengapresiasi karya sastra secara lebih kritis dan mendalam.