Wujud Nyata Kerja Sama: Ung Dan Basarnas Gorontalo Perkuat Pendidikan K3 Melalui Simulasi Lapangan
Gorontalo-Sebagai wujud nyata implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Basarnas Provinsi Gorontalo, mahasiswa peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG mengikuti Simulasi Bimbingan Teknis Pertolongan di Ketinggian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, di Kantor Basarnas Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian Bimbingan Teknis Pertolongan di Ketinggian yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Prodi Kesehatan Masyarakat FOK UNG dan Basarnas Provinsi Gorontalo. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan penanganan situasi darurat.
Dalam simulasi lapangan, mahasiswa mempraktikkan berbagai teknik pertolongan dan penyelamatan di ketinggian, mulai dari prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik evakuasi korban, hingga pengelolaan keadaan darurat secara sistematis. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menghadapi skenario penyelamatan yang menuntut ketepatan, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang K3.
“Simulasi ini menjadi puncak dari rangkaian bimbingan teknis yang telah diikuti mahasiswa K3 Prodi Kesmas FOK UNG. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori pertolongan di ketinggian, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung prosedur keselamatan dan teknik penyelamatan sesuai standar. Ini menjadi bekal penting agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat di dunia kerja maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan instansi profesional seperti Basarnas menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada bidang kesehatan dan keselamatan kerja yang membutuhkan keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktik.
Tri juga menyampaikan apresiasi kepada Basarnas Provinsi Gorontalo atas dukungan dan pendampingan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran instruktur yang berpengalaman memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik penanganan keadaan darurat yang sesungguhnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Basarnas Provinsi Gorontalo atas kerja sama dan pendampingan yang diberikan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk penguatan pembelajaran berbasis praktik, sehingga lulusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG memiliki kompetensi yang responsif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” tambahnya.
Pelaksanaan simulasi berlangsung dengan antusias dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan praktik secara serius di bawah arahan instruktur Basarnas. Selain mengukur pemahaman terhadap materi yang telah diberikan selama bimbingan teknis, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan dalam kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, implementasi kerja sama antara UNG dan Basarnas Provinsi Gorontalo tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan K3. Mahasiswa diharapkan semakin siap membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan tanggap darurat, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

