Berita

Blog Image

Penandatanganan Ia Perkuat Kerja Sama Pendidikan Sejarah Ung Dan Unima

Gorontalo- Penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Jurusan S1- Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Jurusan S1- Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (Unima) menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama akademik kedua institusi.

Kesepakatan yang ditandatangani tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mengembangkan kolaborasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai wujud implementasi awal kerja sama, kegiatan ini dirangkaikan dengan kuliah pakar yang menghadirkan Guru Besar Pendidikan Sejarah dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Nana Supriatna, Kamis (12/2/2026).

Kuliah pakar tersebut diikuti oleh mahasiswa semester IV Jurusan S1- Pendidikan Sejarah FIS UNG bersama mahasiswa Jurusan S1- Pendidikan Sejarah FISH Unima. Tidak kurang dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen dari kedua institusi mengikuti kegiatan ini dengan antusias hingga selesai. Keterlibatan aktif sivitas akademika dari kedua kampus mencerminkan sinergi nyata yang dibangun melalui IA tersebut.

Dalam pemaparannya bertema “Kesadaran Sejarah Penggunaan Pangan Lokal di Era Pascamodern”, Prof. Nana Supriatna menekankan pentingnya membangun kesadaran sejarah sebagai landasan dalam memahami dinamika konsumsi pangan di tengah arus globalisasi dan budaya populer. Ia menjelaskan bahwa pangan lokal tidak hanya dipahami sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan memori kolektif masyarakat.

Menurutnya, di era pascamodern terjadi pergeseran pola konsumsi yang cenderung mengabaikan nilai historis dan kearifan lokal. Oleh karena itu, pendidikan sejarah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kritis generasi muda terhadap pentingnya pelestarian dan pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari ketahanan budaya dan nasional.

Melalui penandatanganan IA ini, UNG dan Unima berkomitmen untuk memperluas program kolaboratif seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, serta penyelenggaraan seminar dan kuliah pakar secara berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi tonggak penguatan institusional dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejarah di kedua perguruan tinggi.